SMAN 1 Kulisusu Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Sosialisasi program pengelolaan lingkungan dan pembentukan komunitas peduli lingkungan alam sekitar. Digelar SMAN 1 Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur) diisi dengan pelatihan pengelolaan sampah lingkungan dan pembuatan pupuk organik.
Kegiatan berlangsung di Aula SMAN 1 Kulisusu ini, diikuti sebanyak 75 orang siswa termasuk para dewan guru. Tim Penggerak PKK Butur pun ikut dilibatkan dalam kegiatan itu.
Bupati Butur Abu Hasan, ketika membuka acara tersebut mengapresiasi kegiatan yang digagas SMA 1 Kulisusu. Menurutnya, kegiatan sosialisasi program pengelolaan lingkungan dan pembentukan komunitas peduli lingkungan alam sekitar merupakan salah satu program dari sekolah rujukan.
Mantan Kabiro Humas Pemprov Sultra menerangkan, di Butur memang harus ada SD, SMP dan SMA unggulan. Unggulan itu artinya menjadi rujukan semua sekolah di Butur, sama halnya SMA 1 Kulisusu yang dipercaya kembali menjadi sekolah rujukan di Butur.
"Artinya dia (SMA 1 Kulisusu, red) punya level lebih dari sekolah-sekolah yang lain," jelas Bupati, Sabtu (15/09).
Ketua Koni Butur itu mengutip perkataan March Sculer yang pernah meneliti 10 negara-negara di Dunia, bahwa sekolah yang bermutu itu syaratnya harus school ekspeditur, special material input (sarana dan prasarana) dan consert cuality (mutu guru).
"Anggaran pendidikan sudah ada, sarana prasarana sudah bagus dan kualitas guru-gurunya memadai, maka sekolah itu layak menjadi sekolah unggulan," tandas Bupati.
Bupati menambahkan, para guru selalu memberikan ilmunya kepada murid dan para murid dengan tekun melaksanakan apa yang disampaikan oleh guru. Karena itu, pemerintah daerah berterima kasih kepada para kepala sekolah dalam upaya mengembangkan sekolahnya baik sekolah SD, SMP, SMA maupun SMK.
“Kita harus belajar dari yang terbaik, karena kita ingin yang terbaik ke depannya,” terang Bupati.
Sementara Kepala Sekolah SMA 1 Kulisusu, Arman Ani mengungkapkan konsep yang digagas pada sosialisasi ini tak lain agar siswa memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, para siswa mendapat pengetahuan tentang pertanian organik yang bermanfaat dalam kehidupan.
"Kegiatan ini sangat relevan dengan sekolah rujukan tahun 2018, yaitu pengomposan sampah," ungkap Arman Ani.
Ia menambahkan SMAN 1 Kulisusu ditunjuk sebagai SMA rujukan, sehingga SMAN 1 Kulisusu harus menyiapkan diri menjadi tempat belajar dari sekolah-sekolah lain.
"Kegiatan ini kami anggap sangat positif bagi para siswa khususnya cara pembuatan pupuk organik, dan kami harapkan bisa bermafaat bagi siswa maupun SMA 1 Kulisusu," tandasnya.
Kegiatan ini, selain di hadiri Bupati Butur Abu Hasan turut pula di hadiri Ketua TPP PKK Butur, Dra Hj Sitti Rabiah Abu Hasan bersama beberapa pengurus TPP KK Butur. (m7)