Berita Terkini
Busel

BPBD Buton Selatan Pantau Pemulangan Korban Selamat KM Fungka

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 19 September 2018 14:35 WIB · 3 menit baca
BPBD Buton Selatan Pantau Pemulangan Korban Selamat KM Fungka
La Ode Harwanto

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - BPBD Busel terus memantau dan mengawal proses pemulangan korban Kapal Motor (KM) Fungka Permata V yang terbakar dan karam di Perairan Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Jumat (14/9) malam. Empat korban dari 127 orang adalah warga Busel.

Jumlah penumpang menurut data manifes dari Pelabuhan Murhum Baubau dan Pelabuhan Raha sebanyak 91 orang penumpang, ditambah ABK 10 orang, sehingga di dalam kapal memuat total sebanyak 101 penumpang sesuai manifes. Namun diduga data ini masih bisa bertambah.

Dari total penumpang yang ada, empat orang diantaranya merupakan warga Busel yang hendak mencari nafkah di daerah Taliabo, Kabupaten Banggai.

Menurut Kepala BPBD Busel, La Ode Harwanto, pihaknya melakukan monitoring pemulangan empat korban asal Busel ini. Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan pihak terkait sehingga dapat mengetahui proses pemulangan sampai di kampung halamannya.

Dikatakan, pengalaman sebelumnya saat menangani pemulangan korban kapal tenggelam, biasanya dikoordinasikan dan ditangani BPBD tempat korban mendapat musibah.

"Kalau sebelumnya, waktu kita tangani pemulangan korban kapal yang di Selayar itu hari, kita menjemputnya di tempat korban kecelakaan. Biasanya sudah ditangani BPBD, SAR setempat," katanya kepada media ini, kemarin.

Pihaknya akan terus berkoordinasi sehingga dapat mendampingi dan memulihkan rasa trauma para korban.

Sementara itu, Kepala Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, La Ode Abdul Halim membenarkan hal tersebut. Kata dia, dari total penumpang, ada tiga orang merupakan warga Dusun Buku, Desa Wawoangi Kecamatan Sampolawa, Busel.

Tiga orang penumpang itu adalah Roswan, La Harisi dan La Ode Mardani dalam keadaan selamat. Tujuan tiga orang warganya mencari nafkah (panjat cengkeh) di Taliabo. "Alhamdullah mereka selamat. Tujuan mereka rencana mencari nafkah panjat cengkeh di Taliabo," katanya.

Kata Halim, jika sudah musim cengkah tiba, sebagian warganya rutin mencari nafkah di Taliabo. Berangkat dari Pelabuhan Murhum Baubau. Posisi tiga orang warganya itu sudah bertolak dalam perjalanan dari Banggai menuju Pelabuhan Murhum untuk dipulangkan di kampung halaman. Tiga orang warganya juga itu masih trauma berat atas peristiwa naas itu.

Menurut Halim, pihak keluarga juga sudah berkomunikasi dengan tiga korban kapal KM Fungka Permata V yang terbakar tersebut. "Mereka saat ini sudah pulang dalam perjalanan naik kapal PELNI Sinabung menuju Baubau, selanjutnya akan menuju kampung Buku Desa Wawoangi, Sampolawa," katanya, Minggu (16/9).

Sedangkan satu orang warga Busel lainya dikabarkan dari Lingkungan Burukene, Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga atas nama La Ode Saimudin. Ia juga dalam keadaan selamat dan mendapatkan perawatan medis.

KM Fungka Permata V mengalami kebakaran saat berlayar di perairan laut atau 4 mil ke arah selatan wilayah Desa Togong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Banggai Laut, tepatnya sekitar 45 sampai dengan 50 mil dengan Kota Banggai.

Sebelum karam, kapal penumpang dengan rute Kota Baubau, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Banggai Laut, itu terbakar. Dikabarkan sekitar 10 orang meninggal dunia, delapan orang dewasa (tujuh orang perempuan, satu laki-laki) dan dua orang bayi. Sedangkan 10 orang lainya masih dalam proses pencarian.

Dari hasil evakuasi 127 penumpang (11 orang ABK dan dua siswa PHL), total penumpang 116 orang, 91 orang penumpang masuk data manifes. 25 orang tidak masuk dalam manifes. Dari hasil evakuasi ditemukan 127 orang. 117 orang dalam keadaan selamat namun sebagian besar mengalami trauma berat sebagian lagi mendapatkan luka bakar. (aga)