BKPSDM Busel Kedepankan Kualitas CPNS

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Plt Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Busel, La Ode Firman Hamza menegaskan, penerimaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 ini, Pemkab Busel lebih memprioritaskan kualitas.
Dijelaskan, persiapan Pemkab Busel terkait pendaftaran CPNS tahun 2018 ini sudah mencapai 90 persen. Rencananya, pendaftaran dimulai 26 September ini. Total kuota formasi CPNS Busel sesui SK KemenPAN-RB sebanyak 428 orang.
Kata Firman, BKPSDM Busel masih fokus dalam entri data formasi di dalam sscn.bkn.go.id. Sebagaiaman himbauan atau surat BKN bahwa tanggal 19 itu hanya untuk pengumuman formasi.
Lanjut dia, berkaitan dengan pelaksanaan seleksi CPNS Busel saat ini, tempat pelaksanaan ujian sistem CAT ditentukan BKN yakni di Kota Baubau, Kota Kendari dan UPT BKN Kendari.
"Saat ini kita juga sementara mengestimasi berapa potensi yang disiapkan dalam hal komputer, kondisi signal dan bangunan jika seleksi dilakukan di Busel. Sembari melihat berapa jumlah pelamar CPNS di Busel yang dinyatakan lulus administrasi," katanya.
Secara umum itu sudah dilakukan, tinggal menunggu dari koordinasi terakhir dengan tim teknis dari BKN. Ia menprediksi, persentase kesiapan daerah, sekitar 90 persen sudah siap melaksanakan seleksi CPNS.
Pendaftaran seleksi CPNS ini berlaku secara umum untuk seluruh warga Indonesia. Namun Pemkab Busel mengedepankan CPNS yang berkualitas, sehingga tenaga CPNS berkualitas itu yang dibutuhkan bukan hanya dari Busel, tapi juga dari luar Busel. Olehnya itu, berkaitan dengan indikator kompetensi itu, kualitas pelamar juga harus dikedepankan.
"Dengan pemikiran bahwa mengoptimalkan kualitas kompetensi peserta berasal dari Busel, tapi kita juga mengedapankan kualitas kompetensi dari luar Busel juga," jelasnya.
Dikatakan, pelamar CPNS dari Busel dengan IPK minimal 2,50. Sedangkan pelamar dari luar wilayah Busel dengan IPK minimal 3,15.
"Sisi kualitas yang harus dikedepankan. Kita menyadari, kebutuhan komptensi itu tidak diharapkan hanya dari Busel, tapi di luar Busel juga dengan kualitas kompetensi yang lebih baik," ujarnya.
Terlepas dari syarat itu, diporsikan lima persen untuk cumlaud dari jumlah umum. Untuk cumlaud ini, Pemkab Busel memprioritaskan untuk jabatan strategis. Peserta disabilitas sebanyak satu persen.
Ia menjelaskan, Pemkab Busel dalam seleksi CPNS ini mengoptimalkan CPNS yang berkualitas. Aspek peningkatan kompetensi juga tidak diabaikan.
"Untuk mendapatkan tenaga berkompeten tidak hanya bersumber dari Busel, tapi juga dari luar Busel. Makanya indikator kompetensi itu harus diukur. Pada prinsipnya, kita lebih mengoptimalkan kualitas kompetensi," ujarnya.
Firman juga menegaskan, tidak ada ruang KKN dalam seleksi CPNS tahun 2018. Sudah sangat susah karena indikatornya mekasnime seleksi melalui online atau berbasis komputer. "Berdasarkan Permen PAN nomor 36 dan 37 tahun 2017 cukup sulit terjadi," tandasnya. (aga)