Nilai Rupiah Lemah, Empat Lembaga Mahasiswa Turun Aksi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) Kota Baubau, menggelar aksi terkait lemahnya rupiah terhadap Dolar Amerika di beberapa titik, Jumat (21/9).
Aksi yang dimulai pada pukul 08.00-11.00 Wita itu, dimulai dari depan kampus STIKES IST Buton, kemudian menuju depan kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) dan berakhir di Tugu Kirab. Aksi tersebut merupakan gabungan dari empat lembaga mahasiswa.
Diantaranya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Baubau, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) komisariat Baubau, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) UM Buton, dan Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kota Baubau.
Korlap Aksi Suryanto dan Hendra menegaskan, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar akan membuat harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah di tanah air menjadi tak terbendung. Adapun yang akan terjadi ketika pelemahan berlanjut pada naiknya harga-harga kebutuhan bahan baku impor yang menggunakan dolar.
Disamping itu, aktivis KAMMI Komisariat Baubau juga mengatakan, selama masa kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kallah yang konon katanya representatif dari wong cilik nyatanya tidak sebaik janjinya pada kampanye dulu. Justru berimbas pada kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), membludaknya tenaga kerja asing (TKA) dan menumpuknya untang luar negeri.
"Hari ini tenaga kerja asing begitu membludak. Tidak usah jauh-jauh di Kolaka banyak tenaga kerja asing yang berdatangan," kata Jukasmir, salah satu aktivis KAMMI Komisariat Baubau dala orasinya.
Tidak hanya itu, mahasiswa mendesak pemerintah untuk lebih serius menyelamatkan rupiah dari keterpurukan. Termasuk sistem ekonomi kembali dipulihkan dan tidak menerapkan sistem ekonomi Kapitalisme sehingga harga kebutuhan pokok dapat dijangkau.
"Sebenarnya yang membuat Indonsia hari ini terpuruk disebabkan karena gagalnya demokrasi dan penerapan sistem ekomomi kapitalis. Sehingga satu-satunya solusi kita harus kembali pada Islam," kata Jeklin, aktivis Gema Pembebasan.
Selain mengevaluasi selama kepemimpinan rezim hari ini, mahasiswa juga berharap harga BBM segera diturunkan. Jika tuntutan tersebut tidak diindahkan, mahasiswa meminta kepada rezim yang berkuasa saat ini segera turun dari jabatannya demi kebaikan bangsa dan masyarakat Indonesia kedepan.
"Aksi ini hanya sebagian kecil dan rencananya untuk aksi berikutnya akan turun dengan jumlah yang lebih besar lagi," tutup Aan, ketua cabang IMM Baubau. (p2)