Berita Terkini
Baubau

Prestasi Meningkat, 37 Siswa SMAN 2 Baubau Lulus Perguruan Tinggi Negeri Jalur Bebas Tes 2026

Oleh Murdin · Jumat, 3 April 2026 14:37 WIB · 2 menit baca
Prestasi Meningkat, 37 Siswa SMAN 2 Baubau Lulus Perguruan Tinggi Negeri Jalur Bebas Tes 2026
Kepala SMA Negeri 2 Baubau, La Hidi. (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - SMA Negeri 2 Baubau mencatatkan prestasi gemilang pada tahun akademik 2026. Sebanyak 37 siswa sekolah tersebut dinyatakan lulus ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur bebas tes atau prestasi. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala SMAN 2 Baubau, La Hidi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para anak didiknya. Ia merincikan bahwa tren kelulusan siswa SMAN 2 Baubau terus merangkak naik dalam tiga tahun terakhir.

"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bagian 37 siswa yang lulus bebas tes. Ada peningkatan 7 orang dibanding tahun lalu. Sebagai perbandingan, tahun 2025 sebanyak 30 siswa dan tahun 2024 sebanyak 28 siswa," ujar La Hidi ditemui di SMAN 2 Baubau, Kamis (2/4/2026).

Para siswa tersebut berhasil diterima di berbagai universitas ternama di seluruh Indonesia, mulai dari UI, UGM, ITB, Universitas Airlangga, Universitas Malik Ibrahim Malang, Universitas Jenderal Soedirman, Unhas, Universitas Negeri Makassar (UNM), Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), hingga Universitas Halu Oleo (UHO).

Beberapa jurusan bergengsi yang berhasil ditembus antara lain Teknik Lingkungan di Universitas Indonesia (UI), Teknik Geodesi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kecerdasan Buatan (AI) di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Fisioterapi di Universitas Airlangga.

Menariknya, terdapat sepasang siswa kembar dari SMAN 2 Baubau yang keduanya berhasil lolos di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada jurusan Teknik Industri dan Teknik Sipil.

La Hidi berpesan kepada para siswa yang telah lulus agar menjaga amanah tersebut dengan belajar sungguh-sungguh di perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan alumni di kampus akan menjaga "rapor" sekolah dan membuka peluang lebih besar bagi adik-adik kelas mereka di masa depan.

Bagi siswa yang masih menempuh pendidikan di bangku sekolah, mantan Kepala SMAN 6 Baubau ini menekankan pentingnya persiapan yang matang dan nilai akademik yang stabil.

"Pertama, nilai mereka minimal harus bertahan di angka 80-an ke atas. Kemudian, sedapat mungkin harus memiliki keterampilan tambahan melalui bakat seni, olimpiade, maupun olahraga," tegasnya.

Terkait pelaksanaan ujian sekolah yang telah berlangsung sejak Rabu (1/4), pihak sekolah memastikan para guru telah memberikan teknik dan pendampingan terbaik agar siswa sukses menghadapi tantangan masa depan.

Namun, La Hidi juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan memerlukan sinergi. Ia berharap siswa dapat mengimbangi pelajaran di sekolah dengan belajar mandiri di rumah.

"Tidak dipungkiri, terkadang ada siswa yang kurang merespons pembelajaran dengan baik. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan keluarga. Oleh karena itu, dukungan dari rumah sangat penting agar siswa tetap fokus pada masa depan mereka," pungkasnya.