Berita Terkini
Sultra

Wabup Kolaka Mundur Dari Ketua Panitia Porprov

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 21 September 2018 14:18 WIB · 2 menit baca
Wabup Kolaka Mundur Dari Ketua Panitia Porprov
Bupati Kolaka, Ahmad Safei dan Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin saat mengikuti rapat persiapan dan pemantapan pelaksanaan Porprov XIII Sultra

PUBLIKSATU, KOLAKA - Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin mengundurkan diri dari posisi Ketua Panitia Pelaksana Lokal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Sultra, Kabupaten Kolaka.

Pernyataan mundur dari posisi ketua panitia lokal itu dikemukakan langsung oleh Muhammad Jayadin di hadapan peserta rapat persiapan Porprov Sultra yang dipimpin langsung Bupati Kolaka, Ahmad Safei, di Aula SMS-BERJAYA, Kamis (20/9).

"Mohon maaf pak bupati, melalui kesempatan rapat ini, saya mau menyampaikan untuk mundur selaku ketua panitia," kata Jayadin dalam rapat yang telah berlangsung beberapa menit.

Selain mengutarakan niatnya untuk mundur dari kedudukan sebagai ketua panitia, Jayadin kemudian melanjutkan kalimatnya, dengan meminta agar sikapnya itu tidak perlu dikomentari. "Mohon pengunduran diri saya ini tidak perlu dikomentari," tambahnya.

Hingga selesainya rapat, belum diketahui alasan yang melatarbelakangi pengunduran diri wakil bupati sekaligus ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kolaka itu.

Beberapa pejabat dan panitia Porprov lainnya yang ditemui usai rapat, menolak memberi keterangan, dan meminta wartawan untuk bertanya langsung kepada Jayadin.

Informasi yang dihimpun Buton Pos dari berbagai sumber mengungkapkan, bahwa friksi antara Jayadin dengan panitia lainnya menjadi salah satu faktor penyebab pengunduran diri tersebut. Namun kabar ini dibantah oleh Kabag Humas dan Protokol, Amri Jamaludin yang dikonfirmasi pada sore hari usai rapat.

"Tidaklah, tidak benar itu, (susunan) panitia baru (sebatas) konsep SK, kalau di KONI kabupaten itu yang belum kita tahu," kata Amri melalui pesan whatsapp.

Dijelaskan Amri, pengunduran diri Jayadin dari kepanitiaan lokal lebih banyak disebabkan keinginan untuk fokus pada kepengurusan KONI sekaligus konsentrasi pada pembinaan cabang olahraga agar nantinya dapat mewujudkan target Kolaka sebagai juara umum. (p12)