Berita Terkini
Butur

Petani Semangka Butur Raup Untung Puluhan Juta

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 24 September 2018 15:13 WIB · 2 menit baca
Petani Semangka Butur Raup Untung Puluhan Juta
Hasil panen petani semangka di Desa Waode Angkalo saat diangkut di truk

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Petani semangka di Desa Waode Angkalo, Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara (Butur), sejak beberapa hari terakhir ini mulai memanen semangka.

Selain buahnya besar, hasil panenan samangka kali ini memuaskan petani. Pasalanya harga penjualan kepada pihak agen sedikit mahal dibandingkan tahun sebelumnya.

Disamping itu petani tak-capek lagi untuk memasarkan hasil panennya. Para agen langsung memborong hasil panen petani dilokasi pemanenan.

Seperti dua petani Wayan Wista dan Nengah Suardika, Dua petani ini sukses menggarap lahannya dengan hasil memuaskan. Luas lahan kedua petani tersebut hanya kisaran setengah hektar.

Itu pun mampu menghasilkan sekitar 2.000 buah semangka.

"Soal pasar, mereka tidak lagi harus menjualannya ke tempat lain. Pembeli yang datang sendiri ke lahan petani"Kata Kadis Ketahanan Pangan Butur Sahrun Akri, Sabtu (22/09).

Menurutnya, hasil panen kedua petani tersebut dibeli oleh pedagan yang berasal dari Kabupaten Wakatobi. 2 truk langsung didatangkan untuk mengangkut hasil panen semangka itu.

"Untuk 2.000 buah semangka yang dipanen, dengan nila jual Rp 34.000.000"jelas Sahrun

Katanya, Di desa Waode Angkalo sendiri, luas lahan petani semangka bersekitar 30 hektar. Jika ditaksir secara keseluruhan, pendapatan petani semangka di desa tersebut dalam sekali panen, cukup menjanjikan.

"Di desa Waode Angkalo luas tanaman semangka sekitar 30 Ha. Jika dihitung untu 0. 25 ha saja petani mendapatkan penghasilan 17 juta atau bersih 10 juta, itu setelah di kurangi dengan biaya produksi. Berarti kalau 1 Ha petani bisa untung 40 juta. Jika 30 ha kurang lebih 1,2 M, itu untuk sekali panen"tandas Mantan Sekreraris Dinas Pertanian Butur itu

Ia menambahkan, para pembeli semangka bukan hanya berasal dari Kabupaten Wakatobi, namun ada juga berasal dari kota Baubau dan juga berasal dari pedagang di Pasar Kulisusu. (m7)