Akses Jalan Darat Desa Langere Tanggung Jawab Pemda

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Sudah 11 tahun Buton Utara (Butur) menjadi kabupaten otonom. Setelah pisah dengan Kabupaten Muna 2007 silam. Sayangnya, Desa Langere, Kecamatan Bonegunu hingga kini masih terisolir.
Akses jalan menuju desa ini belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk bisa sampai di desa itu, baik menuju Ereke, Kecamatan Kulisusu, maupun ke pusat kecamatan induk (Bonegunu) masyarakat setempat harus menggunakan kapal/bodi batang. Kurang lebih 1 jam perjalanan untuk bisa sampai.
Pemerintah daerah saat ini tengah berusaha untuk membuka infrastruktur jalan, agar dapat dilalui kendaraan. Mulai dari Desa Bumi Lapero Kecamatan Kulisusu Barat hingga tembus ke Desa Langere. Jaraknya pun sekitar 12 kilometer, karena hanya itu satu-satunya akses jalan untuk bisa tembus ke desa tersebut maupun di lima kecamatan di Butur.
Masyarakat desa setempat pun menaruh harapan untuk segera direalisasikan. Sebab akses jalan itu sangat membantu masyarakat untuk memasarkan hasil-hasil perikanannya. Karena daerah itu memiliki banyak potensi khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Bonegunu pun ikut bersuara melihat kondisi Desa Langere saat ini. Menurutnya, pembukaan akses jalan memang sangat perlu guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa hingga akhirnya bisa tercipta kesejateran sosial bagi masyarakat Desa Langere.
"Kepada Pemda Butur, diharapkan untuk memberikan perhatian penuh pembukaan akses jalan Desa Langere yang sampai saat ini masih dalam kategori terisolir. Karena akses jalan sangat dibutuhkan, utamanya untuk memasarkan hasil-hasil perikanan," tegas Wakil Ketua DPK KNPI Bonegunu, Jean Arsat, Rabu (26/09).
Jean mengatakan infrastruktur daerah sangat berperan dalam pembangunan desa. Misalnya disuatu desa terdapat sebuah "bukit emas" yang nilai ekonominya sangat tinggi. Namun sayang desa tersebut masih terisolasi.
Untuk mencapai ke sana lanjut Jean diperlukan waktu berhari-hari, karena kendaraan tidak bisa lewat dan hanya bisa ditempuh dengan akses laut. Maka, selama akses ke desa tersebut masih sulit dipastikan pertumbuhan desa tersebut akan sangat lambat.
"Seperti halnya Desa Langere dan Desa Koefisino," imbuhnya
Sehingga, lanjut Jean yang merupakan warga Desa Langere, dengan adanya infrastruktur yang baik, kedua desa ini mampu mewujudkan terjadinya mobilisasi yang tinggi sehingga produktivitas daerah menjadi semakin meningkat. Kemudian Ini akan mampu menciptakan peluang besar bagi peningkatan taraf hidup masyarakat kedua desa itu.
"Saya yakin, jika ada akses jalan darat semangat partisipasi masyarakat akan muncul kemampuan melihat peluang. Peluang kemudian akan mnimbulkan semangat kompetisi. Kelak, desa yang hidup dengan semangat kompetisi akan melahirkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage)," tandasnya. (m7)