Berita Terkini
Baubau

Antrian Mobil Mengular di Baubau, Pertamina: Bukan Berarti Pertanda Kelangkaan Solar

Oleh Redaksi Publiksatu / Heri · Kamis, 27 September 2018 22:20 WIB · 2 menit baca
Antrian Mobil Mengular di Baubau, Pertamina: Bukan Berarti Pertanda Kelangkaan Solar
Ilustrasi antrian BBM

PUBLIKSATU, BAUBAU - Terkait antrian panjang kendaraan disejumlah SPBU di Kota Baubau dua pekan terakhir, bukan disebabkan kelangkaan BBM khususnya jenis solar.

"Yang perlu kita pahami bersama bahwa antrian itu bukan berarti tertanda kelangkaan. Karena kalau antri tandanya langka, di bank juga langka, karena di banK juga kita antri, di supermarket juga kita antri. Nah, cuma orang belum terbiasa antri jadi ketika seolah-olah terjadi antri orang langsung mengambil kesimpulan bahwa itu langka," kata Manager Komunikasi dan CSR Pertamina, Robi Herfimdo, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (27/9/2018).

Lanjut Robi, dari data penyalurannya BBM di SPBU di Kota Baubau tidak ada pengurangan, dan penyaluran sudah sesuai reguler, cuma memang terjadi peningkatan konsumsi khususnya terhadap solar.

"Jadi memang ada peningkatan orang yang membeli solar," terang Robi.

Dari historical data peningkatan kebutuhan BBM, kata Robi, terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan seperti lebaran dan menjelang tahun baru. Namun, Pertamina telah mengantisipasi dengan menyiapkan stok yang sedikit lebih banyak. Tetapi khusus solar, selama lebaran malah mengalami penurunan konsumsi, dikarenakan ketika lebaran kendaraan berat dilarang beroperasi.

Sementara diluar waktu-waktu yang terprediksi seperti hari-hari tersebut, seperti antrian yang saat ini terjadi, Robi mengungkapan Pertamina menengarai terjadi peningkatan konsumsi oleh kendaraan berat, terutama daerah-daerah yang industrinya mulai bergeliat.

Ia mencontohkan, di Kota Kendari yang juga mengalami peningkatan konsumsi BBM jenis solar, hal itu terjadi dikarenakan tambang nikel yang sudah mulai beroperasi.

"Nah, itu kelihatan konsumsi solarnya meningkat. Jadi mobil-mobil tambang yang seharusnya tidak pakai, itu pakai solar subsidi," terang Robi.

Begitu pula Kota Baubau, tambah Robi, terjadi kondisi yang sama, yang berarti patut ditengarai keadaan industrinya sudah mulai meningkat.

Sementara ditanya terkait mulai beraktivitasnya proyek pemerintah, apakah salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan konsumsi BBM jenis solar. Pihak Pertamina tidak dapat menjawab.

"Kami belum memiliki datanya. Tetapi terkait spesifik proyek ini yang menyebabkan terjadinya kenaikan, kami belum punya datanya. Jadi kami tidak bisa, tidak bisa mengklaim karena memang proyek tersebut," ujar Robi. (mo2)