Begini Kronologis Tewasnya Security Umna Rijoli

PUBLIKSATU, BAUBAU - Security Plaza Umna Rijoli, Ma'ruf Renyaan (38) ditemukan tewas di bak sampah area tempat kerjanya, Kamis (27/9) dini hari. Kematian Ma'ruf diduga ditusuk seorang petani di Desa Bangun Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan yang berinisial US.
Hanya butuh satu jam setelah penemuan mayat, polisi sudah menangkap US. "Mayat korban M ini kita temukan sekitar pukul 03.30 Wita. Kira-kira pas adzan Subuh, terduga pelaku US ini kita amankan tidak jauh dari plaza itu," ungkap Kapolsek KP3 Baubau, AKP Bayu Laras Tutuka dikonfirmasi di kantornya.
Kata dia, di tubuh korban ditemukan luka tusukan benda tajam lebih dari satu titik. Terparah berada di bagian dada diperkirakan sedalam sekitar 11 censi memeter.
"Saat US diamankan, kita temukan badik dan tangannya masih ada bercak darah. Ada juga bercak darah jejak korban diseret ke bak sampah," ujar perwira tiga balak ini.
Hasil interogasi, tutur dia, US mengaku tega menikam, karena diusir saat tidur di sekitar tempat kejadian oleh korbannya. Namun, hasil pemeriksaan, US tidak dalam keadaan habis mengkonsumsi minuman keras.
"Tapi kita tidak langsung percayai keterangan terduga ini. Kita masih dalami apakah mengarah ke perencanaan atau tidak," imbuhnya.
Bayu mengakui, aparat sempat melakukan tindakan tegas secara terukur, karena US melawan saat akan diamankan Mapolres Baubau, guna proses penyidikan lebih lanjut tentang motif penganiayaan tersebut. "Untuk sementara, terduga pelaku ini kita jerat pasal 351 ayat 3 penganiayaan yang mengakibatkan mati subsider pasal 338 KUHP," tandasnya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Baubau, Iptu Suleman menguraikan, penemuan mayat Ma'ruf tersebut bermula dari patroli petugas security Jembatan Batu. Saat melintas di samping Umna Rijoli, tiga security mendengar dering handphone dari arah bak sampah.
"Setelah dicari tahu arah bunyi handpohone tersebut, saksi bersama dua orang temannya kaget karena melihat sesosok mayat laki-laki dalam kondisi terbungkus kain dalam sebuah tong sampah. Selanjutnya saksi menghubungi pihak keamanan," urai Suleman dirilis di grup WhatsApp. (**)