Bupati Pastikan Kualitas Talud Jalan Poros Lombe-Tolandona

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Ditengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di kantornya, Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin tetap menyempatkan diri melakukan pengawasan kegiatan-kegiatan fisik di lapangan.
Hal ini dilakukannya agar kegiatan atau pekerjaan tersebut tidak asal jadi demi mendapatkan keuntungan yang banyak, tetapi harus memperhatikan kualitas dan ketahanan jangka panjangnya. Laporan di meja ditindaklanjutinya dengan turun mengkroscek langsung di lapangan.
Seperti yang dilakukannya Kamis (27/9) kemarin, pulang dari kantor orang nomor satu di Kabupaten Buteng itu turun melakukan pengecekan langsung pengerjaan talud-talud jalan di poros Lombe-Tolandona yang sementara dikerja.
Talud-talud tersebut dikerja karena beberapa titik jalan harus dibuatkan talud, awalnya pendakian kemudian diratakan harus memiliki talud, dan pelebaran jalan yang tidak cukup 10 meter di bibir jurang harus memerlukan talud.
Dalam memantau pengerjaan Talud tersebut, Samahuddin memperhatikan betul cara tukang memasang campuran. Sesekali mantan kontraktor itu mengarahkan untuk menambah campuran di beberapa titik dan menekan batunya agar menempel dengan keras.
"Dari sejumlah titik pengerjaan Talud jalan di poros Lombe-Tolandona ini, alhamdulillah kalau masalah campuran sudah bagus. Tinggal tekhnik-tekhnik pemasangan campurannya yang perlu disempurnakan lagi," tuturnya.
Menurutnya, Talud jalan itu harus kuat karena jangan sampai masuk tekanan timbunan tanah saat meratakan jalan terbongkar, pada akhirnya kerja dua kali. "Jangan hanya kejar keuntungan kemudian kualitas diabaikan. Ini yang harus diperhatikan pekerja, karena kalau bagus kerjanya dan memuaskan sudah pasti akan dipakai terus," tandasnya.
Bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini menginginkan, pengerjaan jalan poros Lombe-Tolandona menjadi percontohan dalam penggunaan aspal Hotmix di Kabupaten Buteng. Maka itu, mulai dari pembuatan Talud hingga pengaspalan nanti harus berkualitas agar bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Dari pada pakai aspal standar biasa kemudian dilakukan pengaspalan berulang-ulang karena cepat rusak, lebih baik menggunakan aspal Hotmix kualitas nomor satu berbahan standar nasional namun lama pemakaiannya. Memang kita kalah membeli, tapi menang dalam hal pemakaian," pungkasnya.(uzi)