Terduga Pelaku Pembunuhan di Umna Rijoli Plaza Bukan Warga Busel

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kepala Desa Watiginanda, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan (Busel) La Bani, menegaskan US (39), terduga pelaku penganiyaan yang menyebabkan meninggal dunia di Umna Rojoli Kota Baubau tidak berdomisili di wilayahnya.
La Bani mengakui, US hanya berada di Dusun Kampidi, Desa Watinanda beberapa jam saja pada malam Selasa (25/9). Setalah itu tak diketahui lagi keberadaanya. Almarhum orang tua pelaku merantau ke Ambon sejak tahun 1950-an. Sejak saat itu sudah jarang pulang kampung.
"Pelaku yang mengaku warga Dusun Kampidi, Desa Watinanda itu nanti Selasa (25/9) baru pertama menginjakan kakinya di kampung ini," katanya.
Ia juga menepis pengakuan terduga pelaku sebagai warganya. Karena secara administrasi kependudukan dan catatan sipil terduga tidak berdomisili di Dusun Kampidi, Desa Watinanda. "Jadi baru pertama kali menginjakan kaki malam Selasa (25/9), selama kerja di Baubau baru hari Selasa itu pulang kampung, kita baru kaget nanti ada kejadian informasi yang beredar," katanya.
Terkait keseharian ataupun kepribadian terduga pelaku, Kades dua periode ini tak mengetahui persis. Pasalnya, baru pertama kali ke Kampidi. Itupun hanya beberapa jam saja. Belakangan pelaku baru diketahui bekerja di pembuatan kapal fiber di Baubau.
Hal senada Ketua BPD Desa Watiginanda, Samudin Janji menyatakan secara administrasi kependudukan dan catatan sipil US tersangka dugaan pembunuhan sekurity Plaza Umna Rijoli tidak tercatat menjadi warga Dusun Kampidi, Desa Watiginanda.
Namun demikian ia membenarkan almarhum orang tua pelaku memang merupakan warga Dusun Kampidi. Tapi sudah lama merantau sejak tahun 1950-an dan tinggal di Telaga Kodok Provinsi Maluku Ambon.
"Kalau orang tuanya sudah lama merantau di Telaga Kodok, Ambon. Sudah tidak pernah pulang kampung lagi, kalau dia itu baru juga kita lihat di kampung ini, baru pertama kali dia turun di Buton ini," ujarnya.
Menurutnya, sesuai informasi warga, Selasa (25/9) malam sebelum terjadi peristiwa tersebut pelaku memang sempat berada di Dusun Kampidi. Namun hanya beberapa jam saja setelah itu tidak diketahui keberadaanya.
Mantan Kepala Desa Bangun La Ode Dimu, juga mangaku tersangka US tidak tercatat dalam kependudukan dan catatan sipil sebagai warga Desa Bangun. Ataupun berdomisili di wilayahnya.
Kata dia, Dusun Kampidi bukan lagi menjadi administrasi Desa Bangun, Kecamatan Sampolawa. Pasalnya, Dusun Kampidi sudah mekar menjadi Desa Watiginanda sejak 2011 lalu.
"Dusun Kampidi itu bukan lagi menjadi wilayah administrasi Desa Bangun, Dusun Kampidi sudah mekar menjadi Desa Watiginanda sejak 2011 lalu. Jadi pengakuan pelaku dugaan pembunuhan itu tidak benar warga kami ataupun tercatat sebagai warga kami," ujarnya kepada media ini ketika dikonfirmasi.
Ditegaskan, nama maupun wajah pelaku yang beredar di media sosial tak pernah terlihat di kampung. "Itu bukan warga kami, sepertinya pendatang tapi selama kami di kampung ini tidak pernah lihat ataupun mengenal nama itu," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, US (39) diduga menjadi pelaku penganiyaan yang mengakibatkan meninggal dunia security Umna Rijoli Plazza, Ma'ruf Renyaan (38), Kamis (27/9).
Dari hasil interogasi aparat kepolisian, terduga pelaku mengaku sebagai warga Dusun Kampidi, Desa Watinanda, Kecamatan Sampolawa. Terduga pelaku pembunuhan itu kini tengah menjalani proses penyidikan terkait kasus tersebut. (aga)