Yaudu: Desa Harus Budayakan Gerakan Literasi

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Anggota DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo menyatakan, desa harus mulai menjadi pelopor gerakan budaya membaca atau literasi. Sehingga upaya mencerdaskan generasi dimulai dari desa.
Menurutnya, road show mengembangkan budaya membaca yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra adalah sebuah inspirasi. Karenanya, hal ini perlu didukung agar seluruh kabupaten/kota di Sultra menggema budaya baca.
"Memang ini harus terjadi seluruh daerah di kabupaten di Sultra. Di sini memulainya agar bisa mengembangkan lagi dan kreatif agar budaya membaca di daerah terus berkembang dan bergema. Sehingga masyarakat generasi menjadi pembaca-pembaca yang baik," kata pria asal Busel ini.
Kata dia, untuk membuat anak cerdas, harus dimulai dari lingkungan keluarga di desa dan di sekolah. Karena itu, Yaudu berharapmelalui dana desa (DD) yang dikurukan pemerintah pusat agar diporsikan anggaran untuk pembuatan fasilitas perpustakaan desa di seluruh Busel bahkan di Sultra.
Dengan demikian, budaya baca dapat menggema dan membudaya yang dipelopori dari desa. "Sehigga minat baca bisa digemakan dan berkembang," ujarnya.
Politisi PKS itu menambahkan, DD ini bisa menjadi stimulan. Artinya, disamping DD bisa bekerja sama dengan perusahaan yang ada dimana saja untuk bermitra guna menanamkan minat baca dan pengembangan perpustakaan ke depan.
Karena itu, Yaudu berharap, pemerintah desa (Pemdes) maupun kabupaten sudah harus mulai kreatif mengembangkan minat dan budaya baca gerakan literasi.
Dilansir sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar road show pembudayaan kegemaran membaca di aula Lamaindo Batauga, Busel, Rabu (26/9).
Road show ini diikuti sejumlah peserta perwakilan dari pelajar TK, SD (Lomba mewarnai dan melukis), SMP, SMA, tokoh masyarakat, pemuda dan guru, Kades/Lurah ASN lingkup Pemkab Busel. Dengan menghadirkan berbagai kalangan pembicara, diantaranya perwakilan perpustakaan nasional, dan anggota DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung sosialisasi pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Busel menjadi Kabupaten Literasi. Diharapkan, para siswa dan orang tua serta masyarakat Busel pada umunya agar rajin membaca buku.
Kegiatan road show ini juga untuk memberikan bekal kepada generasi muda tentang pentingnya membaca sebagai bekal kehidupan.
Kadis Perpustakaan Busel, H Baini Ali mengatakan, road show ini dalam rangka sosialisasi pengembangan gemar minat budaya baca dan perpustakaan di Busel.
Diharapkan dengan sosialisasi ini masyarakat sudah dapat mengenal perpustakaan dan meningkatkan minat baca. Kemudian, mencintai perpustakaan dan meningkatkan minat baca. Sehingga pada akhirnya, membaca akan menjadi kebutuhan.
Membaca akan menjadi budaya di masyarakat Busel. Ke depan ia berjanji akan menggelar road show yang digelar di tiap kecamatan pada tahun 2019 mendatang. "Kita coba kembangkan dan membuat road show seperti yang telah dilakukan hari ini di tiap kecamatan tahun 2019. Mudah-mudahan anggaran nanti tersedia. Karena ini juga butuh anggaran," imbuhnya.
Tapi lanjut dia, sosialisasi budaya meningkatkan minat baca ini bukan hanya dilakukan saat ini. Tapi juga melalui perpustakaan desa dan sosialisasi melalui mobil perpustakaan keliling.
Pemkab Busel melalui Bupati bersama para Kades se Busel sudah menandatangani pencanangan gerakan membangun perpustakaan desa bertepatan dengan HUT Busel tahun 2017 lalu.
"Semua Kades sudah menandatangani komitmen bersama untuk membangun perpustakaan desa, dan sudah ada beberapa desa yang membangun gedung perpustakaan seperti Desa Bahari dan Pogalampa," katanya.
Seluruh desa di Busel baru memulai membangun perpustakaan desa. Makanya, Pemkab Busel mendorong pemerintah desa agar memanfaatkan dana desa untuk menyediakan gedung dan pengelolaan serta dapat memdorong masyarakat desa meningkat minat baca.
"Mudah-mudahan bantuan dana perpustakaan desa yang sebelumnya didapat di Wakatobi bisa dikucurkan di Kabupaten Busel 2019. Karena bantuan perpustakaan desa itu ada intenet indihome, audio visual, begitupun peralatan perpustakaan digital," tambahnya.
Pasca sosialisasi road show membudayakan kegemaran membaca ini, diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Apalagi tadi diikuti anak-anak mulai dari TK, SD.
"Mudaha-mudahan ini dapat meningkatkan minat baca, begitupun para orang tuanya, tokoh-tokoh masyarkat, pemuda dan seluruh masyarakat agar mampu mensosialisasikan kebemaran dan kebiasaan membaca di wilayah masing-masing," harapnya.
Gerakan membaca atau literasi ini harus terus digencarkan sehingga generasi Busel semakin cerdas dan memiliki wawasan laus serta mampu meningkatan kualitas SDM Busel. (aga)