Disdukcapil Butur Kerja Ekstra
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Antrean pembuatan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Kantor Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buton Utara (Butur) membludak.
Membludaknya warga mengurus adminduk itu sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, ditengarai seiring diumumkannya penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun ini.
Kepala Disdukcapil Butur, Drs Muh Asri, M. AP mengatakan terbukanya pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengakibatkan jumlah masyarakat Buton Utara (Butur) yang mengurus kartu tanda penduduk elektorinik (KTP-el) membludak.
Disdukcapil pun menerapkan pelayanan ekstra. Pekerjaan yang belum tuntas pada jam kantor dilanjutkan para staf hingga malam hari.
“Ini untuk memberikan pelayanan ekstra untuk membantu masyarakat yang datang mengurus KTP dan keperluan lainnya. Jika tak selesai pada jam kerja, kita lanjutlan pada malam hari,”Kata Muh Asri, baru-baru ini.
Selain rekrutmen CPNS, jelang pemilu 2019 juga yang membuat banyak masyarakat Butur datang ke Disdukcapil. Sebab KTP-el merupakan salah satu syarat masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya.
"kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan ultimatum akan memblokir data kependudukan jika masih ada masyarakat belum merekam kartu tanda penduduk elektorik hingga Desember 2018 mendatang"Terang mantan Kepala Sekolah SMA 1 Kulisusu itu.
Ia menambahkan, untuk stok blangko KTP-el aman. Hanya saja, stok tinta ribon tinggal satu. Proses pemesanan telah dilakukan sebanyak sembilan botol. Karena untuk satu botol hanya bisa mencetak 350 keping KTP.
"Server juga pernah mengalami kerusakan. Tapi sudah diganti dengan yang baru. Sekarang Disdukcapil berutang kurang lebih Rp 200 juta pada pihak ketiga. Proses pembiayaannya diusulkan dalam anggaran perubahan,” tandasnya. (m7)