Berita Terkini
Buton

Muhammad Hayun Terpilih Jadi Ketua IDI Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 1 Oktober 2018 14:31 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Muhammad Hayun Terpilih Jadi Ketua IDI Buton
dr Muhammad Hayun

PUBLIKSATU, BAUBAU - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Buton punya pimpinan baru untuk periode tiga tahun ke depan. Dia adalah dr Muhammad Hayun Sp.A, M.Kes.

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Pasarwajo itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV IDI Buton yang diselenggarakan di gedung Skopma Wajo Kota Baubau, Sabtu (29/9).

"Hasil Musyawarah Cabang ke-IV IDI Buton periode 2018-2021, terpilih dokter Muhammad Hayun sebagai ketua. Dari kriteria, saya yakin beliau pantas memimpin IDI Cabang Buton," ungkap Ketua panitia, dr Eko Wahyudin dikonfirmasi di sela-sela Muscab ke-IV IDI Buton.

Dia menjelaskan, IDI adalah sebuah organisasi tempat berhimpunnya para profesi dokter yang berfungsi mengawasi dan menilai kinerja dokter-dokter. Jika ada yang bermasalah atau melanggar etik, maka menjadi kewajiban IDI memberikan arahan kepada dokter tersebut.

"Untuk penyusunan pengurus, itu hak dari Ketua IDI terpilih. Mulai dari Wakil Ketua, Sekretaris dan seterusnya, itu hak Ketua," ujarnya.

Sementara itu, Ketua IDI Buton terpilih, dr Hayun mengatakan, IDI yang dipimpinnya memiliki ruang lingkup tiga daerah yakni Kabupaten Buton, Buton Selatan (Busel) dan Buton Tengah (Buteng). Saat ini, terdapat 76 dokter tersebar di tiga daerah tersebut yang tergabung dalam IDI Buton.

Secara umum, ulas dia, program-program IDI cabang adalah rekomendasi yang dilahirkan dari Muktamar IDI pusat dan IDI wilayah Sultra. Rencananya, IDI akan melaksanakan Muktamar di Samarinda Kalimantan Timur pada Oktober 2017 mendatang.

"Kita juga akan melanjutkan program kerja ketua IDI Buton sebelumnya seperti pengadaan sekretariat lengkap dengan administrator. Sedangkan untuk susunan kepengurusan, kita sudah pakem dari IDI pusat, tinggal menunjuk siapa-siapa yang masuk bidang-bidangnya,"

Hayun menerangkan, IDI memberikan advokasi kepada anggotanya yang menghadapi masalah. Selain itu, IDI juga selalu selalu berusaha untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi anggotanya dengan melakukan pelatihan dan simpsioum.

"Kebanyakan kasus-kasus yang dianggap malpraktek itu kan hanya persoalan miskomunikasi antara dokter dan pasien. Jadi kita harapkan anggota IDI Buton bisa melakukan komunikasi yang baik dengan pasiennya sebelum melakukan pengobatan," pungkasnya. (exa)

Bagikan