Besok, Bantuan Warga Kepton Untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu Diterbangkan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kodim 1413/Buton akan mengirimkan bantuan warga Kepulauan Buton (Kepton) untuk pengungsi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) menggunakan pesawat Hercules milik TNI, melalui kota Kendari dan langsung menuju Palu.
-
Bantuan untuk korban gempa dan tsunami Sulteng
Sebab, pengiriman bantuan untuk korban gempa Palu dan Donggala lewat jalur darat, masih terhambat jalan yang rusak berat serta berisiko dijarah.
"Rencananya untuk semua bantuan ini akan kita berangkatkan besok pagi ke Kendari, selanjutnya dari Kendari akan menggunakan pesawat Hercules akan langsung diterbangkan menuju ke Palu," ujar Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Davy Darma Putra, kepada media saat memantau langsung persiapan pengiriman di Posko bantuan peduli gempa dan tsunami Sulteng, Rabu (3/10/2018).
Posko bantuan peduli gempa dan tsunami Sulteng yang dibuka oleh Kodim 1413/Buton merupakan sarana guna mengakomodir penyuplaian bantuan masyarakat Kepton untuk pengungsi gempa dan tsunami Sulteng.
"Ini kita dirikan posko, ini untuk menghimpun bantuan saudara-saudara kita dari wilayah Kota Baubau, Buton dan sekitarnya yang mana nanti bantuan ini akan kita salurkan ke Palu dan Donggala," jelas Letkol Inf Davy.
Data yang diperoleh publiksatu.co dari posko bantuan peduli bencana alam gempa dan tsunami Sulteng di Kodim 1413/Buton, bantuan yang telah masuk yakni, mie instan sebanyak 286 dos, pakaian 226 koli, air mineral 259 dos, popok bayi 29 pak, biskuit 15 pak, beras 39 kilogram, minyak Bimoli 5 liter, susu 1 dos, sementara uang tunai yang berhasil terkumpulkan sebesar Rp 3.930.000.
"Kebanyakan ada makan, kemudian pakaian," kata Letkol Inf Davy.
Ia juga mengatakan, bantuan yang masuk belum termasuk dari Koramil wilayah Poleang dan kepulauan Tomia yang juga membuka posko yang sama.
"Informasi yang kita dapat itu sudah terkumpul dana, uang tunai untuk posko di Koramil Tomia sebesar Rp 15 juta," terangnya.
Rencananya, Kamis (4/10/2018) akan dilakukan pengiriman. Akan tetapi, posko tetap membuka penerimaan bantuan dari masyarakat Kepton untuk disalurkan ke Sulawesi Tengah.
Letkol Inf Davy mengungkapkan, penutupan posko bantuan akan dilakukan bila kondisi di Palu dan sekitarnya sudah mulai stabil.
"Batas waktunya nanti kita menyesuaikan saja, kalau memang dari pihak Palu bantuan sudah cukup, kita akan hentikan," ujarnya. (crO1)