Berita Terkini
Baubau

BPBD Siap Salurkan Bantuan Warga Baubau untuk Palu Lewat Kapal Pelni

Oleh Redaksi Publiksatu / Heri · Rabu, 3 Oktober 2018 23:55 WIB · 3 menit baca
BPBD Siap Salurkan Bantuan Warga Baubau untuk Palu Lewat Kapal Pelni
Bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu, telah banyak terkumpul di Kantor BPBD Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sebagai rasa solidaritas sesama warga negara Indonesia, BPBD Kota Baubau gelar posko bantuan gempa dan tsunami Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang saat ini telah terkumpul ratusan karung pakaian dan Sembako, yang berasal dari masyarakat Kota Baubau.

Kepala BPBD Kota Baubau La Ode Muslimin Hibali menjelaskan, posko didirikan merupakan implementasi dari rapat di provinsi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (31/9) lalu, yang turut dihadiri Kapolda, Dandrem, Danlanal, dan Danlanud, serta sejumlah instansi terkait dan seluruh Kepala BPBD se-Sultra.

Dalam penyampaiannya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, karena daerah Sulawesi Tenggara bertetangga dengan Sulawesi Tengah, maka wilayah cakupan Sultra diharapkan dapat membantu warga Sulteng yang sedang kesusahan, akibat gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

"Maka berinisiatiflah kami untuk membuka posko ini, hari Senin di buka," kata Kepala BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, saat ditemui di Kantor BPBD yang juga sebagai posko bantuan, Selasa (2/10/2018).

Lanjut dia, hal yang dibutuhkan seperti yang disebutkan dalam rapat seperti air mineral, Sembako, pakaian dan obat-obatan yang sekarang ini di butuhkan di Palu, termasuk pakaian bayi.

Muslimin menuturkan, bantuan yang telah dikumpulkan dari masyakarat Kota Baubau ini telah mencapai dua kontainer dan diperkirakan akan terus bertambah.

Rencana awal, lanjut dia, bantuan masyarakat Kota Baubau akan melalui darat, cuma melihat kondisi terkini di Sulawesi Tengah kemudian dibatalkan.

"Rencana keberangkatannya ini lewat darat, cuma saya lihat kondisi sekarang kecuali kita pakai dua truk besar dengan jarak tempuh kurang lebih seribu kilometer lebih, tetapi karena di lapangan masih terdapat gangguan penjarahan, sehingga mengganggu penyuplaian bantuan di perjalanan," ungkapnya.

Kata Muslimin, sehingga diputuskan untuk lewat laut menggunakan kapal KM Lambelu milik PT Pelni, yang dijadwalkan bersandar di dermaga Pelabuhan Murhum pada hari Jumat depan.

"Namun sekarang jadwalnya, apakah jadwalnya nanti kapal KM Lambelu dari Baubau-Makassar bisa langsung menuju ke Palu seperti yang baru-baru ini KM Lambelu lakukan. Semoga masih seperti itu rutenya, enak sekali kita tidak terlalu susah," jelasnya.

Tidak hanya bantuan bahan makanan dan obat-obatan, BPBD Kota Baubau juga akan menerjunkan langsung tim relawan yang akan bertugas membantu di Palu.

Relawan akan bertugas di Palu selama 10 hari nantinya, akan di berangkatkan bersama bantuan pemerintah daerah dan masyarakat Kota Baubau.

"Kita membawa relawan kurang lebih 20 orang, terdiri dari relawan BPBD sendiri 8 orang, ada dari mahasiswa, dari PMI, dan dari masyarakat umum," tutur Muslimin.

Hingga saat ini puluhan warga masih berdatangan membawa bantuan yang akan di salurkan ke Sulawesi Tengah. Sementara bantuan dalam berupa uang dapat langsung dikirimkan ke rekening atas nama BNPB RI yang berposko di Palu. (cro1)