Berita Terkini
Sultra

PT Antam Kerahkan SAR dan Tenaga Medis ke Palu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 4 Oktober 2018 15:17 WIB · 3 menit baca
PT Antam Kerahkan SAR dan Tenaga Medis ke Palu
Tenaga ERG PT Antam mengevakuasi korban gempa dan tsunami di Kota Palu

PUBLIKSATU, KOLAKA - PT Antam Tbk melalui external relationnya mengumumkan telah mengerahkan tenaga emergency response group (ERG) mereka untuk bergabung dengan tim khusus emergency response team bentukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Tim kemanusiaan ERG PT Antam yang telah memulai tugasnya di daerah bencana sejak hari Selasa (2/10). Tim tersebut berjumlah 11 orang dan terdiri dari 8 personel rescuer (penyelamat), 2 paramedis serta 1 orang dokter.

Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo dalam releasenya menyatakan bahwa PT Antam turut merespon upaya penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Respon tersebut merupakan bagian dari wujud kepedulian korporasi atas bencana kemanusiaan.

“Antam menyampaikan duka cita yang mendalam atas dampak bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala, Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan berharap masa pemulihan wilayah berjalan cepat dan lancar. Antam yang tergabung dalam emergency response team berkomitmen untuk membantu aktivitas search and rescue di lokasi terdampak gempa dan tsunami,” kata Arie Prabowo.

Masih menurut Arie Prabowo dalam releasenya, pengerahan tenaga ERG Antam ke daerah bencana Donggala, Sigi dan Palu di Sulawesi Tengah merupakan bagian dari komitmen awal pembentukan tim khusus tersebut dalam perusahaan, yaitu membantu proses pencarian dan penyelamatan.

“Search and rescue telah menjadi bagian kompetensi Antam sejak lama dan berpengalaman dalam penanganan keadaan darurat, khususnya bencana,” tambahnya.

Tim ERG Antam yang tiba pada Selasa (2/10) lalu di Palu, langsung melakukan proses pencarian dan penyelamatan di BTN Petobo, Palu Selatan. Dalam hari pertama tugas mereka di wilayah tersebut, tim berhasil mengevakuasi 2 jenazah.

Selanjutnya, pada Rabu (3/10), tim ERG bersama rescuer lainnya kembali menyusuri wilayah I Gusti Ngurah Rai, Tawanjuka Palu untuk melakukan aktivitas search and rescue. Tim ERG Antam membawa alat bantu penyelamatan berupa lifting bag dan tabung, rescue saw, chain saw, kantung jenazah, baeket stracher, LSB dan medical bag.

Selain itu tim ERG Antam juga membawa bantuan obat-obatan, tenda untuk pengungsi, selimut, dan makanan khusus untuk bayi dan ibu hamil.

Sementara itu, Pemkab dan masyarakat Kolaka juga akan mengirim bantuan kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami di Sulteng. Bantuan berupa natura, obat-obatan, tenaga penanggulangan, dan logistik tersebut diberangkatkan pada Jumat (5/10) lusa, di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman yang juga Pelaksaan Tugas (Plt) BPBD Kolaka, Abbas Nuhung mengungkapkan, rombongan tim kemanusiaan bagi korban bencana Sulteng asal Kolaka dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Muhamad Jayadin.

Khusus tenaga penanggulangan atau relawan, Abbas menjelaskan, jumlah mereka mencapai 50 orang yang berasal dari gabungan instansi dan organisasi kepemudaan. Nantinya, tim kemanusiaan beserta bantuan logistik akan berangkat melalui jalur darat di bawah pengawalan aparat TNI dan Polri.

“Bantuan logistik kita berupa beras sebanyak 8 ton, air mineral, obat-obatan, pakaian dan peralatan dapur, semua bantuan baik yang melalui posko KNPI maupun posko para mahasiswa akan disatukan di posko BPBD sebelum pemberangkatan ke Palu pada hari Jumat sore melalui jalur darat yang dikawal TNI dan Polri,” jelas Abbas yang ditemui, Rabu (4/10). (p12)