Lagi, Dewan Presur PLN untuk Tuntaskan Krisis Listrik Batuatas
Bagikan

PUBLIKSATU, MAKASSAR - Anggota DPRD Buton Selatan (Busel) kembali menggelar konsultasi ke PT PLN Regional Sulawesi wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar, pada Kamis (4/10). Mereka kembali mempresur percepatan pembangunan listrik di Kecamatan Batuatas.
Rombongan konsultasi anggota DPRD itu dipimpin langsung Ketua DPRD Busel, La Usman, Wakil Ketua, Aliadi dan sejumlah anggota DPRD Busel lainnya.
Para wakil rakyat itu mengharapkan pihak PLN menuntaskan dan memprioritaskan krisis listrik di wilayah Busel. Apalagi listrik ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
"Kita sudah konsultasi lagi di PLN untuk PLTD di Batuatas. Khusus di tiga desa, Desa Wacuala, Batuatas Timur dan Batuatas Liwu, sampai sekarang belum tersentuh listrik," kata Aliadi usai menggelar konsultasi, Kamis (4/10).
Menurut politisi Hanura itu, dalam waktu dekat ini PT PLN Wilayah Sulselbar berencana melakukan survey awal lokasi untuk menentukan sikap selanjutnya terkait krisis listrik di Batuatas.
Ia mengatakan, pihak PLN Wilayah Makassar yang menangani listrik wilayah Sulselrabar sudah memberikan sinyal skala prioritas untuk listrik yang ada di Busel untuk segera diatasi. Sehingga beberapa desa yang belum teraliri listrik bisa segera diupayakan secepatnya.
"Kita berharap secepatnya dinyalakan, paling lambat 2019 sudah harus menyala listriknya," ujarnya.
Pihak PLN akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan teknis sehingga dapat dinyalakan secepatnya. "Insya Allah PLN akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar segera dinyalakan," katanya.
Daerah diminta menyiapkan lahan untuk gedung dan teknis lainnya. Yang pasti lanjut Aliadi, dalam waktu dekat ini pihak PLN akan melakukan survey lokasi. Setelah survey, maka akan ditentukan sikap pihak PLN selanjut soal krisis listrik di Batuatas.
"Apakah akan sama modelnya dengan Siompu dan Siobar, itu nanti kita liat, tergantung dari kesiapan PLN. Dalam waktu dekat ini sesuai konsultasi kami, PLN akan melakukan survey lokasi," jelasnya.
Ia berharap, realisasinya diupayakan tahun 2018, paling lambat 2019 mendatang sudah harus dinyalakan listrik untuk tiga desa di Batuatas. "Mereka PLN sudah berjanji akan diupayakan menyala listrik PLTD tahun 2018 paling lambat 2019 sementara dikoordinasikan," katanya.
Pihak DPRD juga siap mendorong anggaran subsidi dan mengawal agar realisasi listrik d Batuatas dapat teratasi secepatnya. Jika Pemkab diminta menyiapkan mesin, maka DPRD akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Pemkab. Karena ini kebutuhan mendesak masyarakat yang harus diprioritaskan. (aga)