Buton Selatan Keciprat 491 Unit Bedah Rumah

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Sebanyak 491 unit rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2018 di Kabupaten Buton Selatan mulai direalisasikan. Dari jumlah itu sebagian untuk peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).
Secara simbolis, Plt Bupati Buton Selatan (Busel), H La Ode Arusani telah menyerahkan buku tabungan kepada masyarakat penerima manfaat program BSPS untuk desa Tira, Bahari dan Bahari 3 pada Minggu (7/10), di aula balai Desa Bahari 3, Sampolawa.
Bantuan ini secara bertahap sudah disalurkan sejak beberapa tahun belakangan ini dan tersebar di beberapa desa/kelurahan di Busel.
Arusani mengatakan, bantuan ini merupakan program pemerintah pusat kerja sama dengan pemerintah daerah sehingga harus didukung dan disukseskan masyarakat.
"Kita harus bersyukur dan mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas rumah yang semula kurang layak huni menjadi rumah yang layak huni," ujarnya.
Ketua DPC PDIP Busel ini juga mengingatkan kepada para kepala desa (Kades) yang sempat hadir agar terus mendata rumah masyarakatnya yang memiliki rumah kurang layak huni untuk disampaikan ke pemerintah daerah. Yang selanjutnya akan diusulkan ke pemerintah pusat. Kades harus berpikir dan berusaha agar masyarakatnya tinggal di rumah layak huni.
"Mewakili masyarakat dan Pemkab Busel, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah berupaya menyelenggarakan program ini hingga bisa menyentuh masyarakat kurang mampu di wilayah Buton Selatan," ucap Arusani.
Ia juga berharap agar program ini berlanjut hingga tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni di kabupaten yang dipimpinnya itu.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Busel, Dr Sunaryo Mulyo menyatakan, kegiatan bedah rumah ini merupakan kegiatan BSPS.
Pria jebolan doktor teknik sipil Unhas ini menyebutkan, untuk Busel kegiatan BSPS mencakup 491 unit rumah. Dengan rincian, untuk program Satker Strategis menangani 358 unit rumah, dengan 303 peningkatan kualitas rumah dan 55 unit berupa pembangunan baru.
Sementara Satker NSVT rumah swadaya atau reguler 108 rumah yang keseluruhannya merupakan peningkatan kualitas, dan sisanya dari APBD Busel sebanyak 25 unit rumah.
Cakupan wilayah kegiatan ini meliputi Kecamatan Sampolawa, Batuatas, Batauga, Siompu, dan Kadatua. Untuk besaran stimulan BSPS ini adalah Rp 15 juta untuk peningkatan kualitas per unit dan Rp 30 juta untuk kegiatan pembangunan baru per unit.
Sunaryo menegaskan, seluruh kegiatan ini harus selesai pada tahun ini juga. Oleh karena itu, masyarakat bisa memanfaatkan sisa waktu ini sebaik-baiknya. Artinya, setelah masyarakat menerima droping bahan bangunan, harus segera dipasang untuk rehabilitasi rumahnya sesuai dengan petunjuk fasilitator desa yang ditunjuk oleh dinas.
"Dengan program BSPS ini diharapkan dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buton Selatan," pungkasnya.
Terbangunnya rumah yang layak huni diperuntukan kepada warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bentuk program ini, meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan. (aga)