Galaksi Mandiri Utama Launching Produk Excavator JCB

PUBLIKSATU, KENDARI - PT Galangsi Mandiri Utama mengadakan launching Excavator jenis JBC di salah satu hotel yang ada di Kota Kendari. Launching ini untuk memperkenalkan produck Excavator kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi para pengembang usaha di bidang pertambangan dan pengembang usaha bidang properti.
General Manager PT Galaksi Mandiri Utama, Fransiskus Robert Wuisan mengatakan, JCB (Joseph Cyril Bamford) adalah salah satu industri alat berat tertua di dunia. Dimana alat berat yang dihasilkannya sudah tersebar hampir di seluruh negara. Kualitas dari produk JCB sudah dikenal dan menjadi alasan utama para pelanggan memilih JCB.
"Sebenarnya sudah ada beberapa customer yang beli, berasal dari Kota Kendari. Namun Launching hari ini merupakan salah satu peresmian dan langkah awal untuk masuk di Sulawesi Tenggara," jelas Robert (sapaan akrab Fransiskus Robert Wuisan).
Fransiskus melanjutkan, produk yang dilaunching ini adalah Excavator JCB-JS 405. "Excavator JBC ini masih manual. Dia bisa dipakai disegala medan dan tanpa melihat medannya terlebih dahulu. Juga dengan penggunaan bahan bakar yang sangat irit dengan menggunakan mesin 6 GT," imbuhnya.
Untuk mesin produktif, sambung Robert, Contruction Loadall JCB sangat mudah dimanuver sehingga mudah dioperasikan di ruang terbatas. Jarak roda yang ringkas dan sudut kunci kemudi yang besar lebih mudah menghemat waktu yang berharga saat di lokasi.
"Dimana pada mesinnya juga memiliki Loadall dilengkapi dengan 4 WD sebagai standar 2 WD, operasional juga dipilih untuk meminimalkan keausan ban dan penggunaan bahan bakar ketika melaju di jalan. Juga untuk memperoleh traksi dan performa tinggi di tempat-tempat yang lunak dan berlumpur. JCD menyediakan opsi slip differential terbatas di AS bagian epan," bebernya.
Dengan lauching ini, Robert menargetkan penjualan excavator jenis JBC di wilayah Kendari sampai dengan 100 unit. Selain itu, produk JCB ini juga akan dikenalkan di wilayah Kepulauan Buton, Kolaka, Konawe, serta wilayah yang berpotensi mempunyai lahan tambang. (m4)