Berita Terkini
Baubau

Pengiriman Logistik ke Sulteng Terkendala Biaya Kapal Pelni, BPBD Baubau Ambil Jalur Darat

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 12 Oktober 2018 02:22 WIB · 2 menit baca
Pengiriman Logistik ke Sulteng Terkendala Biaya Kapal Pelni, BPBD Baubau Ambil Jalur Darat
Bantuan logistik dari masyarakat Baubau kepada korban bencana Sulteng

PUBLIKSATU, BAUBAU - Penyaluran bantuan masyarakat Kota Baubau untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah oleh Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Baubau, terkendala biaya pengiriman barang oleh PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Persero.

Sebelumnya PT Pelni memberikan kebijakan dengan memfasilitasi dan tidak memungut biaya pengiriman bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Namun mulai per tanggal 10 Oktober kemarin kebijakan tersebut berakhir. Dengan demikian armada Pelni akan mulai beraktivitas normal sehingga pengiriman barang dikenakan biaya.

"Sudah ada himbauan dari PT Pelni berakhirnya untuk digratiskan barang pada 11 Oktober, yang sebelumnya tidak dibayar barang, hanya orangnya. Berarti berlaku normal. Berarti berlaku normal ini yang kami pikirkan, kalau misalnya barang ini diberangkatkan tentu sudah harus bayar lewat Pelni kalau misalnya lebih besar anggarannya Pelni kita usahakan lewat darat," ujar La Ode Muslimin Hibali, kepada publiksatu.co, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, (10/10/2018).

Rencananya pemberangkatan bantuan gelombang kedua untuk korban bencana Sulteng ini sebanyak dua truk bersama sepuluh relawan. Kata Muslimin, saat ini sumbangan yang sudah terkumpul yakni pakaian, popok bayi dan makanan instan lainnya.

"karena masih ada yang tersisa dua truk ini bersama relawan yang akan ikut mengawal," imbuhnya.

Sementara terkait dana bantuan korban gempa dan tsunami dari masyarakat kota Baubau yang telah terkumpul sekitat Rp 100 juta.

"Saya akan koordinasi dengan pimpinan karena dana yang belum terkirim ini sekitar seratus juta, sumbangan masyarakat kota Baubau. Kita akan koordinasi karena uang itu harus utuh sampai ke palu," akunya.

Sementara itu relawan pertama yang telah di berangkat bebetapa waktu lalu akan pulang minggu depan. (Cro1)