Jaga Taman Laut Wakatobi LPTK-BTNW Teken Kerjasama

PUBLIKSATU, JAKARTA -
Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Balai Taman
Nasional Wakatobi (BTNW) Direktorat Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam Rapat Koordinasi Teknis Bidang KSDAE Tahun 2018 di Hotel Crowne Jakarta, Rabu (17/10).
PKS PKS No. 194/ BRSDM/ KKP/ PKS/X/ 2018 terkait Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem, tentang Pemanfaatan Data dan Informasi Hasil Pemantauan Radar Pantai ini bertujuan untuk pemanfaatan data dan informasi hasil pemantauan radar pantai dan tindak lanjut hasil laporan data dan informasi radar pantai di lapangan, ditandatangani Kepala LPTK, Akhmatul Ferlin
dan Kepala BTNW, Heri Santoso disaksikan Kepala Pusat Riset Kelautan, Riyanto Basuki dan Dirjen KSDAE, Wiratno.
“Perjanjian kerja sama ini terlaksana dalam rangka pemanfaatan data dan informasi hasil pemantauan radar pantai sebagai tindak lanjut untuk verifikasi dan atau validasi data di lapangan. Melalui perjanjian ini diharapkan adanya Pemanfaatan data dan informasi hasil
pemantauan radar pantai LPTK untuk mendukung kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan serta pencegahan gangguan terhadap kawasan, khususnya kawasan Taman Nasional Wakatobi,” jelas Kepala LPTK, Akhmatul Ferlin.
Stasiun radar pantai LPTK beroperasi di pulau Wangi-Wangi kabupaten Wakatobi, dilengkapi fasilitas terintergrasi untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas operasi. Mengusung tiga teknologi utama dalam proses identifikasi target kapal, yaitu Teknologi Radar X-Band, yang mampu
mendeteksi lokasi, arah gerak, dan kecepatan semua target bermaterial logam di atas laut.
Teknologi Automatic Identification System (AIS), yang diintegrasikan untuk mengidentifikasi target yang bertransponder AIS. Teknologi kamera jarak jauh, yang berfungsi untuk memvalidasi data radar dan AIS.
Radar pantai LPTK memiliki sejumlah kelebihan, diantaranya kemampuan untuk beroperasi dalam
cuaca yang buruk, menggunakan energi ramah lingkungan, bekerja simultan, terintegrasi,
bersifat realtime, serta fitur lainnya yang penting bagi keselamatan pelayaran dan
lingkungan.
Selain menampilkan informasi yang aktual, sistem radar pantai LPTK juga ditunjang dengan pengarsipan data pantauan yang baik. Semua data tersimpan secara otomatis dan dapat dilihat kembali sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan data. Dengan demikian, radar LPTK menjadi teknologi yang bisa diandalkan dalam pengawasan laut dan pulau-pulau kecil, khususnya menjaga Taman Nasional Wakatobi dari bahaya akibat aktivitas kapal.(iwn)