Pendiri Microsoft Wafat, Bill Gates Merasa Kehilangan

PUBLIKSATU.CO – Salah satu pendiri teknologi Microsoft, Paul Allen, di usianya yang ke-65 tahun dinyatakan meninggal dunia di Seatle, Washington, Amerika Serikat. Atas kepulangan rekannya itu, Bill Gates tengah dirundung duka dan merasa sangat kehilangan.
Penyebab dari kematiannya sendiri dikarenakan oleh komplikasi limfoma non-Hodgkin, kanker yang berkembang di kelompok sistem limfatik atau getah bening,
Sebelumnya, Paul sempat mengungkapkan kambuhnya penyakit tersebut hanya dua minggu lalu, setelah jauh sebelumnya, tepatnya pada tahun 2009. sempat dirawat akibat penyakit yang sama.
Paul saat itu mengatakan jika dia dan dokter yang menangani kasusnya “optimis” tentang pengobatannya itu, hanya saja takdir berkata lain.
Salah satu pendiri Microsoft lainnya, Bill Gates mengatakan jika kepergian mantan rekan dan karibnya tersebut, sebagai kehilangan yang teramat sangat.
“Saya sedih dengan kepergian salah satu teman tertua dan tersayang (saya).Personal computing tidak akan ada tanpa dia,” kata Bill Gates, mengutip BBC.
Dalam sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan kematiannya pada Senin sore, saudara perempuannya, Jody Allen, menggambarkan sosok pengusaha itu sebagai “individu yang luar biasa”.
“Kecerdasan, kehangatan, kemurahan hati dan perhatiannya yang dalam, adalah berkat bagi keluarga dan teman-temannya,” kata Jody dalam pernyataan itu.
“Di masa yang penuh duka dan kesedihan ini, dan banyak lainnya, kita sangat bersyukur atas kepedulian dan perhatian yang ia tunjukkan.”
Bagi Bil Gates, Paul Allen bukanlah sosok sembarangan, terlebih setelah keduanya mendedikasikan waktu dan tenaga mereka, dalam membangun Microsoft pada tahun 1975 silam.
“Dari hari-hari awal kami bersama di Lakeside School, melalui kerjasama kami dalam menciptakan Microsoft, untuk beberapa proyek filantropi bersama kami yang sudah terbangun selama bertahun-tahun, Paul adalah mitra sejati dan teman baik,” kata Gates.
“Dia layak mendapatkan lebih banyak waktu (di dunia), tetapi kontribusinya pada dunia teknologi dan filantropi akan terus hidup untuk generasi yang akan datang. Aku akan sangat merindukannya.”
Paul Allen meninggalkan Windows pada tahun 1983 setelah diagnosis pertama penyakit kanker darah Hodgkin, tetapi pulih dan sukses dengan perusahaan investasi media dan komunikasi, Vulcan, yang ia dirikan pada 1986.
Perusahaan investasi Allen juga mengkonfirmasi berita kematiannya pada Senin malam (waktu setempat).
“Jutaan orang tersentuh oleh kemurahan hatinya, kegigihannya dalam menciptakan dunia yang lebih baik, dan dorongannya untuk mencapai sebanyak-banyaknya apa yang dia bisa dengan waktu dan sumber daya yang dimilikinya,” kata CEO Vulcan, Bill Hilf dalam pernyataan resminya.
Menurut Associated Press, Paul diperkirakan telah menyumbangkan lebih dari 2 milyar dolar atau sekitar 30,4 triliun rupiah sepanjang hidupnya, termasuk di dalamnya untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, dan konservasi satwa liar.
Ia juga seorang penggemar berat olahraga, pemilik tim basket Portland Trail Blazers dan tim Seattle Seahawks NFL, yang memenangkan Superbowl AS pada tahun 2013.
Pada tahun 2010 lalu, pria kelahiran tahun 1953 itu pernah berjanji untuk memberikan sebagian besar kekayaannya untuk tujuan amal apabila ajal menjemputnya. (fin/ruf)