Warga Burangasi Gelar Pesta Adat Ma'acia

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pesta adat Ma'acia tahun 2018 di Burangasi, Kecamatan Lapandewa bakal digelar 20 Oktober ini. Sebelum acara puncak 28 Oktober mendatang, pesta adat ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni, budaya dan olahraga yang akan dimulai pada 20 hingga 27 Oktober ini.
Ketua Panitia Pesta Adat Ma'acia Burangasi, La Rudi mengatakan, kegiatan pesta adat ini akan dimeriahkan berbagai kegiatan seni, olahraga dan budaya. Pada siang hari acara olahraga. Sedangkan pada malam harinya dimeriahkan kegiatan seni dan budaya.
Kata dia, lomba seni, budaya dan olahraga ini digelar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan etnis Burangasi khususnya dan umumnya seluruh warga. "Acara puncaknya tanggal 28 Oktober Ma'acia di Baruga. Jadi seluruh etnis Burangasi diberbagai kecamatan, kabupaten yang tersebar di Buton, Baubau, Busel akan pulang kampung," katanya diamini unsur panitia Zarmin.
Pesta adat Ma'acia adalah salah satu momen untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama warga. Pesta adat ini juga untuk menguatkan dan memperkenalkan budaya lokal Burangasi kepada generasi muda sehingga memahami budaya leluhur.
"Puncak lomba tanggal 27 penutupan lomba. Tanggal 28 acara puncak adat Ma'acia di Baruga. Kegiatan ini tiap tahun digelar," katanya.
Uniknya kata dia, etnis Burangasi ini meskipun sudah tersebar di beberapa daerah seperti Kabupaten Buton, namun baruganya tetap satu di Burangasi.
"Baruganya cuman satu, dari seluruh etnis burangasi dimana saja menyebar di beberapa desa di seperti di Kabupaten Buton, tapi Baruganya kita satu," terangnya.
Pesta kampung Ma'Acia ini sudah digelar puluhan tahun sejak adanya kampung Burangasi. Tujuannya adalah, dalam pesta adat ini untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan, mewujudkan bentuk rasa bersukur kepada tuhan yang maha kuasa.
"Artinya sudah berjalan satu tahun itu diberi kesehatan, diberi rizki diberkahi keturunan dari Burangasi yang pergi mencari di luar daerah diberi rizki yang berkah, kesehatan, ini sebagai bentuk rasa syukur kami," ucapnya.
Bentuk rasa syukur itu ditandai dengan pesta adat ini dengan makan bersama. Namun lebih dari itu, makna kesyukuran itu harus lebih taat kepada maha kuasa.
Dalam bahasa setempat, Ma'Acia ini berarti acara makan. Arti meluasnya, nilainya membagi hasil panen, nilai mensyukuri rizki tuhan yang maha esa. Untuk masuk musim tanam di tahun berikutnya, karena masuk musim hujan merka berdoa, mensyukuri masa panen tahun ini.
Meskipun perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan semakin maju, namun adat budaya Ma'acia ini akan tetap dipertahankan masyarakat Burangasi. Karena itu, seluruh kegiatan budaya, seni dipekenalkan sejak dini kepada generasi muda Burangasi.
"Insya Allah acara budaya ini tidak hilang. Kedepan kita akan terus kembangkan terus, termaksud situs-situs budaya akan terus diperkenalkan," harapnya.
Ia juga berharap, mudah-mudahan ini juga bisa menjadi aset potensi budaya dan pariwisata. Lebih dari itu, sebenarnya generasi lebih mengenal kearifan lokal nenek moyang mereka tentang cara hidup dan tata cara bermasyarakat. Karena nilai-nilai kearifan lokal itu mulai hilang.
Artinya, ritual itu bisa saja masih ada. Tapi nilai-nilainya itu mulai tergerus perkembangan zaman. Inilah yang akan dikemas kegiatan-kegiatan adat ini serta nilai-nilainya dapat dipahami generasi muda. Sehingga tetap dipertahankan sampai kapan pun.
"Bukan sekedar tarian sebenarnya, bukan sekedar upacara. Tapi lebih pada pengenalan kearifan lokal, nilai kesukuran, tolong menolong, tenggang rasa dan gotong royong," ungkapnya.
Oleh kerena it, melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda lebih mengenal budaya dan adat istiadat, sehingga menjadi generasi berkualitas unggul dalam pikiran, potensi ilmu pengetahuan, tapi ahlak juga dan kepribadianya tetap terjaga dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Hal senada Kades Burangasi La Hamirun mengaku, kegiatan pesta kampung Ma'acia Burangasi dimulai tanggal 20 pembukaan sampai tanggal 28 puncaknya.
Lomba yang dimeriahkan diantaranya seni yakni Mangaru, Pangibi, Badenda, Cungka, Vokal Grup dan lomba Karaoke. Sedangkan bidang olahraga, voli ball, takraw, tenis meja, renang, dayung, ngkase-ase, tarik tambang, gasing dan lomba keagamaan diantaranya tilawah, hafalan ayat Alquran, wudhu, azan dan sholat berjamaah tingkat SD.
Dalam kegiatan ini dimeriahkan dengan kegiatan seni, budaya dan olahraga dan keagamaan. "Tujuan dari kegiatan ini, untuk semangat silaturahim etnis Burangasi dan seluruh warga pada umumnya di Kecamatan Lapandewa," harapnya.
Nilai pesta adat ini diharapkan menjadi perekat dan pemersatu antara sesama warga serta dapat memperkenalkan dan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal.
Kades Burangasi Rumbia, La Rubi menambahkan, persiapan memeriahkan pesta adat ini sudah digagas sejak beberapa minggu belakangan ini. Sejumlah potensi generasi dikerahkan untuk mensukseskan acara tahunan ini.
Ia berharap pesta adat ini dapat memperkokoh silaturahmi antara sesama warga dan mempererat rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan warga.
Kades Gaya Baru, Wa Aua berharap, nilai-nilai kearifan lokal dari pesta adat itu dapat menjadi pelajaran bagi generasi masa akan datang. "Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan mempertahankan pesta adat Ma'acia ini untuk generasi kita ke depan," harapnya. (aga)