Rupiah Melemah, Daya Beli Warga Buton Ikut Lemah
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS ternyata ikut memberi dampak terhadap berkurangnya tingkat daya beli masyarakat yang ada di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
"Daya beli jelas berkurang. Karna tadinya umpama uang kita kan kalau 20 ribu baru dapat satu. 15 ribu baru satu dolar kemarin dengan 12 ribu kita dapat satu dolar, sekarang tidak. Jelas itu mengurangi daya beli," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton, La Ode Haris Sumba kepada publisatu.com diruang kerjanya, Rabu (17/10/18).
Lanjut ia menjelaskan, misalnya untuk penerima gaji yang merupakan penerimah pendapatan tetap. Kata dia, dengan naiknya kurs Dolar saat ini akn sangat merugikan masyarakat Kabupaten Buton dari sisi daya beli. Yang tadinya dengan Rp 100 ribu dapat memperoleh semen satu sak, sekarang sudah tidak bisa lagi.
"Selain Dolar, kita tau di Buton ini banyak menerima pendapatan. Jadi yang pasti penerima pendapatan itu tidak naik. Umpama penerimah gaji ini kan. Penerimah pendapatan tetap ya. Naik kurs dolar ya merugikan mereka. Daya belinya. Yang tadinya dengan naiknya kurs dolar. Uang 100 ribuh bisa beli semen satu sak. Maka sekarang dengan naiknya dolar ini suda tidak bisa beli semen lagi itu dolar," jelasnya.
Menurutnya, yang sangat terasa dengan naiknya dollar ini yakni dari komsumsi rumah tangga. Sebab, untuk di Buton saat ini masih membutuhkan komponen dari luar daerah.
"Tapi kan konsumsi rumah tangga kita untuk di Buton ini hampir tidak ada komponen dari luar ya. Itu yang paling terasa sekarang," ujarnya.
Ia menyarankan seharusnya masyarakat dan pemerintah dapat menghasilkan sendiri barang komsusi rumah tangga yang dibutuhkan.
Namun hingga saat ini Buton masih membutuhkan suplai dari daerah lain. Contoh, kata Haris, untuk komoditas beras saat ini masih didatangkan dari luar daerah.
"Sekarang kalau tidak berdampak, kita bisa menghasilkan sendiri barang-barang yang dibutuhkan. karena kita kan tidak seperti itu. Yang kita butuhkan dari daerah lain, contoh beras saja. Kita saja kan masi datangkan dari Sulawesi Selatan," akunya. (Mo1)