Warga Gerebek Oknum Guru yang 'Main Tengah Malam' Dengan Berondong
Bagikan

PUBLIKSATU, TULUNGAGUNG- Warga Jepun Permai 1 Tulungagung, Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, menggerebek rumah oknum guru tidak tetap (GTT) berinisial TA. Lantaran wanita 36 tahun itu kepergok memasukkan seorang berondong 21 tahun di rumahnya.
Meskipun, TA mengelak memasukkan pria saat digerebek kemarin (16/10) sekitar pukul 23.30, Dia tak berkutik dan pasrah setelah warga menggeledah dan menemukan pemuda inisial BS, 21, warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, bersembunyi di atas loteng rumahnya.
Memang tidak ada aktivitas asusila saat penggerebekan terjadi. Namun, warga menilai kelakuan pasangan bukan suami istri tersebut dalam satu rumah dan di malam hari sangat mengganggu kenyamanan warga.
“Tidak ada aktivitas asusila saat digerebek, tapi kalau terus-terusan, warga sekitar akan geram. Padahal bukan suami istri,” jelas Ahmad, salah seorang warga setempat.
Berdasarkan kesaksian warga, tidak sekali mereka melakukan perbuatan serupa. Warga pernah memergoki TA melakukan hal sama saat suaminya tidak di rumah.
“Suami TA kerja di Kediri. Di situ (rumah TA, Red) tidak ada siapa-siapa, hanya mereka berdua,” ujarnya.
Menurut dia, penggerebekan dipicu kecurigaan warga ada sepeda motor terparkir di depan rumah TA. Namun pintu depan rumah tertutup.
Saat warga mendatangi TA, rumah tersebut dibuka beberapa waktu kemudian oleh TA. “Semula mengelak. Setelah dicari warga ditemukan orang lain atas nama BS di rumah TA,” tandasnya.
Dengan temuan tersebut, warga memutuskan agar pasangan bukan suami istri itu membuat surat pernyataan. Isinya agar tidak mengulangi tindakan serupa. “Mereka kami ajak duduk bersama dan membuat surat pernyataan. Selanjutnya kami serahkan ke Polsek Kota,” ungkapnya.
Dia menambahkan,TA adalah guru honorer disalah satu SMA di Kota Marmer.
Sementara ini, kasus tersebut ditangani pihak berwajib untuk proses lebih lanjut. “Sudah dilakukan proses lebih lanjut oleh pihak polisi,” ungkapnya.
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji membenarkan kejadian penggerebekan dan diduga ada perselingkuhan di Kelurahan Jepun. "Kami mendatangi lokasi saat mendapat laporan dari warga," jelasnya.
Dia menegaskan, kini kedua pelaku ditangani unit pelayanan perempuan dan anak (UPPA) Polres Tulungagung. "Pihak kami masih mendalami kasus yang meresahkan warga itu," ungkapnya. (yon/ed/din) (rt/lai/ang/JPR)