Berita Terkini
Buton

Diduga Pakai Ijazah Palsu Saat Pilkades di Buton, Tuti Dilaporkan ke Polisi

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 19 Oktober 2018 23:24 WIB · 2 menit baca
Diduga Pakai Ijazah Palsu Saat Pilkades di Buton, Tuti Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi Ijazah Palsu

PUBLIKSATU, BUTON - Kepala Desa Bahari Makmur, Kecamatan Siotapina, Buton, Si Tuti harus berurusan dengan hukum. Pasalnya, ia baru saja dilaporkan warganya ke kepolisan atas dugaan penggunaan ijazah palsu saat Pilkades beberapa waktu lalu.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik melalui Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu Najamuddin membenarkan adanya aduan dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut. Saat ini pihaknya tengah mendalami aduan itu dengan melibatkan beberapa pihak terkait, seperti dinas pendidikan, sekolah dan saksi.

"Jadi, laporan itu kami terima pengaduannya kurang lebih beberapa hari yang lalu, dan saat ini kami sudah mendalami dengan memanggil beberapa pihak terkait, baik pihak dinas, pihak sekolah maupun saksi-saksi lainnya," ujar Kasatreskrim Polres Buton, Iptu Najamuddin saat ditemui beberapa wartawan di ruang kerjanya, Jumat (19/10/2018).

"Jadi dugaan pengadu ini mengadukan dugaan adanya salah satu ijazah tamatan SD itu oleh kepala desa atau kepala desa terpilih yang mereka duga itu palsu. Namun demikian kita mencoba untuk mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti," tambahnya.

Untuk mebuktikan ijazah itu palsu dan asli, kata Najamuddin, harus melibatkan berbagai ahli, baik ahli forensik maupun dinas pendidikan.

"Kalau memang itu palsu. Tapikan harus melibatkan berbagai macam pihak yaitu ahli, baik itu ahli dari forensik, baik ahli maupun dari dinas pendidikan sendiri," ujarnya.

Pasalnya, kata Najamuddin, sejauh ini ia hanya melihat bukti laporan itu hanya bersifat fotokopi.

"Saya liat itu hanya bersifat fotokopi. Fotokopi yang dilayangkan kepada kami. tentunya kalau fotokopi ini kita belum bisa memeriksa itu asli atau bukan. Dan itu yang punya kewenangan adalah seperti yang saya sampaikan tadi, ada dua pihak itu dari dinas sendiri sekolah itu yang bersangkutan dan akhirnya adalah ke forensik," ujarnya. (Mo1)