Berita Terkini
Nasional

Pose Satu Jari, Luhut dan Sri Mulyani Bakal Dilaporkan ke Bawaslu

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 19 Oktober 2018 15:48 WIB · 3 menit baca
Pose Satu Jari, Luhut dan Sri Mulyani Bakal Dilaporkan ke Bawaslu

PUBLIKSATU, JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dua pejabat negara ini dilaporkan karena dugaan kampanye dengan berpose satu jari saat penutupan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu.

Pose satu jari diketahui selama dalam masa kampanye Pilpres selalu dilakukan pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi- Ma’ruf Amin, sedangkan pose dua jari selalu dilakukan oleh pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

“Kami akan laporkan ke Bawaslu terkait apa yang dilakukan Pak Luhut dan Sri Mulyani. Ini agar menjadi pelajaran bagi menteri dan pejabat lainnya,” kata Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria di Gedung KPU Jakarta, kemarin.

Sebagai pejabat, kata Riza, tindakan tersebut tidaklah layak. Luhut dan Sri Mulyani semestinya menunjukkan sikap yang adil, terbuka, dan independen. Seorang pejabat negara juga harus bisa netral dalam pertemuan besar di forum kenegaraan. Membedakan antara tempat berkampanye dan tempat menyampaikan kinerja pemerintahan. Kejadian salam satu jari ini pun sangat disayangkan.

Koalisi Adil Makmur berharap agar sikap para elite eksekutif ini bisa menunjukkan contoh dan teladan yang baik. Bukan justru mencontohkan sebuah hal yang memprovokasi satu sama lain melalui kampanye yang tidak pada tempatnya.”Ini sikap yang berpihak pada calon. Seharusnya pejabat netral. Semua pelanggaran akan kami laporkan sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dimintai penjelasan terkait hal tersebut dirinya mengaku memang telah mengetahui, namun tim koalisi adil makmur sendiri belum melaporkan atas peristiwa tersebut. Fritz sendiri berpendapat kejadian tersebut harus dilihat ulang secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi.

“Bawaslu akan tetap berlandaskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Khususnya yang berkaitan dengan konteks tindakan pejabat negara yang diduga menguntungkan salah satu pasangan calon,” ujarnya.

Sedangkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan coba memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Luhut mengatakan, salam satu jari itu tidak dimaksudkan untuk berkampanye. Pose itu menandakan bahwa Indonesia nomor satu.”Oh, itu kan saya bilang Indonesia nomor satu. Dia yang bilang. Jadi saya bilang begini (angka satu),” ujar Luhut.

Sementara, salam dua jari yang dilakukan Christine Lagarde menunjukkan victory atau kemenangan.”Dia bilang victory, different, terus kita tertawa lepas. Ya tapi, kalau benaran juga tidak apa-apa,” imbuhnya.

Diketahui, Pertemuan delegasi Indonesia dengan delegasi negara anggota International Monetary Fund (IMF) di Bali kemarin telah resmi ditutup, namun terdapat kejadian yang sangat menarik ketika penutupan yakni adanya pose satu jari dan dua jari pada penutupan (IMF)-World Bank.

Pose tersebut dilakukan oleh para petinggi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Pose simbol satu jari dan dua jari pun semakin bermakna ketika Menteri Keuangan menyebutkan bahwa “One for Jokowi and Two for Prabowo”.

(Zain/FIN)