Laporan Kematian Khashoggi, Trump : Saya Belum Puas

PUBLIKSATU.CO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan jika dirinya belum merasa puas dengan laporan Arab Saudi tentang kematian jurnalis Washington Postm, Jamal Khashoggi, yang dalam beberapa waktu belakangan ini menjadi perhatian luas dunia internasional.
Beberapa waktu lalu, pihak Arab Saudi untuk pertama kalinya mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal dunia, mengatakan jika jurnalis yang kerap mengkritisi Arab Saudi itu, tewas dalam “aksi baku pukul” di konsulat Istanbul.
Tetapi penjelasan itu ditanggapi beberapa pihak dengan skeptisisme. Para pejabat Turki percaya bahwa Khashoggi, telah di bunuh dan dengan tubuh dalam kondisi yang sudah terpotong-potong.
“Saya tidak puas sampai kita menemukan jawabannya. Mungkin nanti akan ada sanksi,” kata Trump seperti dilansir BBC, Minggu (21/10).
Mr Trump mengatakan jika ada kemungkinan jika Putra Mahkota saudi, Mohammad bin Salman tidak tahu-menahu terkait pembunuhan tersebut. Sebelumnya, Arab Saudi membantah mengetahui keberadaannya, dan bersikeras bahwa Kashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan hidup-hidup.
Publik Turki sendiri sejauh ini telah berhenti mempersalahkan Arab Saudi atas pembunuhan itu. Para penyelidik Turki, bagaimanapun, mengatakan mereka memiliki bukti audio dan video yang menunjukkan Khashoggi dibunuh oleh tim agen Saudi di dalam konsulat.
Pihak kepolisian, seperti yang ramai diberitakan media dunia, telah melakukan upaya pencarian di area konsulat, kediaman konsul, serta hutan di dekatnya, di mana para pejabat percaya bahwa tubuhnya mungkin telah dibuang.
Berbeda dengan Turki, pihak Arab Saudi mengatakan jika sempat terjadi sebuah perkelahian terjadi antara Khashoggi, dan beberapa pihak yang bertemu dengannya di konsulat, berakhir dengan kematian jurnalis berusia 60 tahun itu.
Terkait dengan kasus ini, sebuah penyelidikan dikabarkan sedang berlangsung, dan setidaknya terapat 18 warga Saudi yang diamankan.
Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya berbicara kepada kantor berita Reuters dan New York Times mengatakan, jika pihak Saudi tidak tahu-menahu soal keberadaan mayat itu setelah diserahkan kepada “kolaborator lokal” untuk dibuang.
Selain penangkapan, dua pejabat senior dikabarkan juga telah dipecat terkait dengan hal ini, mereka adalah wakil kepala intelijen Ahmad al-Assiri dan Saud al-Qahtani, pembantu senior Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.
Pihak berwenang Saudi belum memberikan bukti yang mendukung kabar tersebut. Akan tetapi, beberapa sekutu Arab Saudi, dalam hal ini Jerman dan Perancis, mengkritisi kabar tersebut.
Kanselir Jerman, Angela Merkel menyebutkan jika penjelasan tentang kematian Khashoggi “tidaklah memadai” sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan banyak pertanyaan yang “tetap tidak terjawab”.
Sementara Kantor Luar Negeri Inggris menggambarkan kondisi ini sebagai “tindakan yang mengerikan” dan mengatakan jika orang-orang di belakang pembunuha itu “harus dimintai pertanggungjawaban”. Baik Uni Eropa dan PBB telah menyerukan penyelidikan.
Pemerintah Australia juga sebelumnya mengumumkan akan menarik diri dari KTT investasi di Arab Saudi akhir bulan ini, bergabung dengan boikot yang meliputi menteri keuangan AS, Inggris, Belanda dan Perancis.
(ruf/fin)