Berita Terkini
Nasional

Beasiswa Untuk Mahasiswa Kurang Beruntung Meningkat Jadi 368 Ribu

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 25 Oktober 2018 17:54 WIB · 2 menit baca
Beasiswa Untuk Mahasiswa Kurang Beruntung Meningkat Jadi 368 Ribu
ILUSTRASI beasiswa

PUBLIKSATU, JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menaikan beasiswa untuk mahasiswa kurang beruntung pada kuartal Ke-4 tahun 2018.

Jumlah penerima beasiswa menjadi 368.961 mahasiswa. Sedangkan jumlah sebelumnya yang sudah disalurkan pada 2014 lalu sebanyak 196.408 mahasiswa.

“Ini terjadi pada kuartal 3 di tahun 2018 yang menerima beasiswa 302.764 mahasiswa. Nanti pada kuartal ke 4 ini akan terserap 368.961 beasiswa,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir pada konperensi pers 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, di Aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin.

Mengenai hasil pemberian beasiswa itu, Nasir mengemukakan, ada beberapa anak bidik misi mereka setelah lulus ternyata bisa bekerja di perusahaan PT PLN. Jabatan mereka adalah asisten analis hukum. Selain itu, ada juga yang dari Universitas Negeri Medan sekarang jadi dosen dan peneliti. Ada yang dari ITS Surabaya sekarang jadi surveyor di PT Biro Klasifikasi Indonesia.

Karena itu, Menristekdikti memastikan, akan terus memperluas peningkatan akses bagi mahasiswa yang ekonominya kurang beruntung ke seluruh Indonesia agar mereka juga berkesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri. “Jadi sekarang tidak ada lagi istilah anak miskin tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri. Itu sudah nggak ada lagi,” tegas Nasir.

Nasir juga menyampaikan, ternyata anak miskin yang masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang melalui beasiswa bidik misi, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mereka rata-rata ini adalah 82,83 persen di atas 3,00. “Rata-rata mereka bekerja di sektor guru karena banyak guru yang pegawai negeri atau swasta BUMN, studi lanjut atau di wirausaha,” ungkapnya.

Mengenai beasiswa afirmasi untuk daerah Papua dan Papua Barat serta daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), menurut Nasir, pada awalnya hanya 1.673 tapi sekarang sudah dialokasikan pada semester triwulan ketiga sebanyak 4.715 mahasiswa, dan pada kuartal 4 nanti sebanyak 5.743 mahasiswa. “Ini adalah yang menghasilkan lulusannya untuk anak Papua ini. IPKnya rata-rata 31 persen mereka yang IPKnya adalah 3,00. Jadi IPKnya cukup baguslah ini,” terangnya.

Bagaimana dari hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat? Nasir menjelaskan, ada satu yang menghasilkan penelitian cukup baik, dan sudah bekerjasama dengan kementerian pertanian. “Hasilnya rata-rata terendah itu 7 ton per hektar data kering dan hasil potensinya adalah 11, 2 ton data kering giling yaitu rata-rata tertinggi,” pungkasnya.

(HRM/FIN)