Fadli Zon Nilai Kinerja Jokowi-JK di Bawah Standar : 'Jauh Panggang dari Api'

PUBLIKSATU, JAKARTA – Kinerja pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla yang genap 4 tahun mendapatkan kritik dana soroton dari beberapa pihak. Duet Jokowi-JK ini dinilai tidak pernah disiplin atas target yang ditetapkannya sendiri.
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyebutkan prestasi pemerintahan Jokowi yang akhir Oktober ini genap 4 tahun, hasilnya jauh panggang dari api. Ukuran prestasi tersebut bisa dilihat dengan membandingkan capaian kerja dan target awal yang ditetapkannya sendiri oleh pemerintah.
“Secara umum, menurut penilaian saya, kinerja pemerintah sangat jauh panggang dari api. Pemerintah tak disiplin dengan target-target yang ditetapkannya sendiri, sehingga capaian selama empat tahun memerintah jadi tak ada yang mengesankan. Nilainya di bawah rata-rata. Kalau anak sekolah, dengan nilai tersebut pasti tidak naik kelas,” kata Fadli Zon kepada wartawan di DPR, Rabu (24/10).
Fadli menyebutkan posisi negara Indonesia dalam bidang hukum tercatat merosot tajam sampai 20 peringkat dari perhitungan yang ditetapkan tahun 2016.
“Dalam bidang hukum dan HAM, misalnya, pada Januari lalu, Majalah The Economist merilis Indeks Demokrasi Dunia Tahun 2017. Indeks itu memaparkan penilaian tentang keberlangsungan demokrasi di setiap negara yang diukur dengan menggunakan lima variabel penilaian, yaitu (1) proses elektoral dan pluralisme, (2) keberfungsian pemerintahan, (3) partisipasi politik, (4) kultur politik, dan (5) kebebasan sipil. The Economist menyebut bahwa posisi Indonesia dalam indeks tersebut merosot tajam 20 peringkat dari penghitungan tahun 2016,” papar Fadli.
Dari sisi kebebasan dalam berpendapat, Fadli mengatakan Indonesia yang tadinya termasuk dalam kategori negara yang berdemokrasi bebas, kini berubah menjadi negara dengan separuh bebas.
“Selain itu, menurut hasil penelitian Freedom House, indeks kebebasan HAM dan demokrasi di Indonesia juga mengalami kemerosotan. Indonesia semula sudah masuk pada kategori negara dengan demokrasi bebas, namun kini kembali menjadi separuh bebas. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan data BPS yang menyebutkan skor demokrasi di Indonesia turun, dari angka 72 menjadi 70.” terang politisi asal gerindra tersebut.
Kedua bidang itu kata Fadli jelas memposisikan bangsa ini selama dipimpin Jokowi menunjukkan kemerosotan kehidupan dalam berdemokrasi dan capaian hasil yang buruk.
“Semua itu menunjukkan capaian buruk sekaligus menandai kemunduran dalam kehidupan berdemokrasi kita. Sementara, dari sudut ekonomi-politik, dalam catatan saya ada sekitar 8 indikator penting yang bisa dan biasa digunakan untuk mengukur kinerja ekonomi pemerintah, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar Rupiah, cadangan devisa, defisit anggaran, rasio utang pemerintah, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan,” tutupnya.
(NAL/FIN)