Berita Terkini
Olahraga

Ternyata Luis Milla Digaji Rp 2,5 M Perbulan, PSSI Kadang Nunggak Bayar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 25 Oktober 2018 18:21 WIB · 3 menit baca
Ternyata Luis Milla Digaji Rp 2,5 M Perbulan, PSSI Kadang Nunggak Bayar
pssi

PUBLIKSATU, BOLA – PSSI akhirnya mengaku jika selama ini pembayaran gaji mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia asal Spanyol, Luis Milla sering terlambat. Hal ini pulalah yang menjadi keluhan Luis Milla selama melatih tim Garuda.

“Memang, kami PSSI sering terlambat dalam pembayaran gaji, saya akui itu. Oleh karena itu, Milla bilang bahwa PSSI tidak profesional (dalam ucapan perpisahannya). Lalu ia (Milla) bilang sering mengingkari kontrak, bukan pemutusan kontrak secara sepihak, itu betul yang dikatakan Milla ada masalah di pembayaran gaji,” jelas ," ungkap Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (24/10) kemarin.

Yoyok meminta agar masyarakat Indonesia memahami beberapa hal dalam pernyataan perpisahan Milla tersebut. Dalam pernyataan Milla itu, masyarakat khususnya pecinta sepak bola tanah air tidak menilai bahwa PSSI memutus kontrak secara sepihak terhadap Milla.

“Jadi harus dipahami, Constant Breaking Of Contract (yang ditulis Milla) itu artinya pelanggaran kontrak, bukan pemutusan kontrak secara sepihak, dan kedua kalimat itu berbeda. Jadi intinya, yang dimaksud Milla itu, PSSi suka telat bayar gaji, dan itu artinya telah melanggar kontrak, sangat berbeda dengan memutus kontrak sepihak,” jelas Yoyok.

Pun demikian, Yoyok menegaskan, persoalan gaji telah selesai. Walaupun diketahui, jika selama ini nilay gaji buat Milla mencapai Rp 2,5 miliar.

“Sekarang masalah gaji Milla telah selesai. Kalau waktu masih terikat kontrak kami akui terlambat. Tidak mudah membayar segitu setiap bulan, kami sampai berdarah-darah. Tapi sekarang sudah-lah, Luis Milla move on saja, dan kami-pun (PSSI) move on juga,” tukas Yoyok.

Sebelumnya, Luis Milla sempat curhat di akun media sosial miliknya. Ia menyinggung soal profesionalitas PSSI.

“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan melatih di Indonesia. Sebuah proyek yang lebih dari satu setengah tahun telah berakhir,” tulis Milla.

Tak hanya itu dalam postingan yang diunggah dengan foto dirinya bersama para pemain Timnas Indonesia itu, Milla juga mengungkapkan ‘borok’ PSSI yang dinilainya kurang profesional dalam kontrak kerjasama dengan dirinya.

“Meskipun manajemen sangat buruk, pelanggaran kontrak, dan rendahnya profesionalisme para pemimpin selama 10 bulan terakhir, saya pergi dengan telah melakukan pekerjaan dengan baik.” tuturnya.

Pelatih yang membawa Indonesia merebut medali perunggu di SEA Games 2017 itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf dan pemain yang telah bekerja sama dengan dirinya.

“Indonesia merupakan rumah kedua bagi saya, sebagaimana istri, asisten dan diri saya diperlakukan sangat baik di sana. Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf atas segala dukungannya dan kerja keras yang telah dilakukan,” tulisnya.

“Terutama kepada Bima, Bayu, Doktor Papi, Sr. Enri, Sudir, Armin, Ali, Manu, Ipang dan Ucci. Sangat menyenangkan bekerja dengan kalian,”

“Terakhir saya tak ingin mengucapkan selama tinggal tanpa menyebutkan para pemain, yang telah menunjukkan komitmen, kesopanan, dan keinginan untuk terus berkembang dengan sikap yang luar biasa sepanjang waktu. Saya tak akan pernah melupakan kalian dan kalian akan selalu ada di hati saya. Ingat, kalian memiliki teman di Spanyol untuk hal apa pun. Terima Kasih Indonesia,” tutup komentarnya.

Sekedar diketahui, PSSI menunjuk Bima Sakti menggantikan Luis Milla.

(GIE/FIN)