Trump Sebut Putra Mahkota Saudi Ada Kemungkinan Terlibat Dalam Kasus Khashoggi

PUBLIKSATU.CO – Presiden Donald Trump mengatakan untuk pertama kalinya jika putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman, mungkin saja terlibat dalam operasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Komentar itu diutarakannya dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal.
Hal ini tentunya amat bertolak belakang dengan pandangan presiden AS ke-45 itu, tentang pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober lalu, bertempat di konsulat Saudi di Istanbul.
Trump sebelumnya meragukan adanya keterlibatan kerajaan Saudi terkait dengan kasus yang mendapatkan perhatian luas dunia tersebut. Akan tetapi, pandangan suami Melania Trump itu, sepertinya tidak lagi sama.
Saat ditanya tentang kemungkinan keterlibatan putra mahkota, Trump mengatakan jika hal itu bisa saja terjadi.
“Putra mahkota tengah menjalankan beberapa hal di sana terlebih pada tahapan ini. Ada beberapa hal yang ia urus, dan jika bicara siapa (yang terlibat di dalamnya), jawabannya dia (putra mahkota Saudi),” kata Trump seperti dikutip The Guardian (24/10)
Wawancara yang diterbitkan koran Turki pro-pemerintah mengatakan jika direktur CIA, Gina Haspel, memiliki bukti dalam bentuk audio dan video penyiksaan dan pembunuhan Khashoggi. Bukti tersebut diyakini berada di tangan para pejabat intelijen Turki.
Haspel sendiri terbang ke Ankara pada Senin malam, guna membantu penyelidikan Turki atas kematian Khashoggi. Beberapa sumber yang akrab dengan misi tersebut mengatakan kepada Reuters, bahwa Haspel mengajukan permintaan untuk melihat rekaman tersebut.
Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa ia sempat mempertanyakan secara dekat tentang pembunuhan Khashoggi kepada putra mahkota Saudi, dengan cara berulang kali mempertanyakan pertanyaan yang sama, dengan beberapa cara yang berbeda.
“Pertanyaan pertama saya kepadanya adalah, ‘Apakah Anda tahu tentang hal itu, dalam hal ini (bicara soal) perencanaan awal? Dia menjawab tidak,” kata Trump menambahkan: “Saya berkata, ‘Dari mana (perencanaan) itu dimulai?’ Dan dia mengatakan itu dimulai dari tingkat yang lebih rendah.”
Dan ketika ditanya tentang apakah dirinya mempercayai sangkalan itu, Trump pun terdiam selama beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab jika dirinya ingin sekali mempercayai pihak Arab Saudi dalam hal ini.
“Saya ingin mempercayai mereka. Saya benar-benar ingin mempercayai mereka, ”kata dia.
(ruf/fin)