Jembatan Suramadu Gratis, Jokowi Tegas Tak Ada Kaitannya dengan Politik

PUBLIKSATU.CO, SIDOARJO - Presiden Jokowi menepis tudingan terkait unsur politik saat menggratiskan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Sanggahannya ini disampaikannya saat menyambangi langsung jembatan terpanjang di Indonesia ini di Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu sore (27/10).
"Kalau kita mau urusan politik nanti saya gratiskan bulan Maret saja, tahun depan. Gitu lho. Jangan apa-apa dikaitan dengan politik, ini urusan ekonomi, investasi, kesejahteraan, keadilan," tegas Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.
Perubahan status tol di Jembatan Suramadu dari jalan berbayar menjadi non-tol alias gratis ini diambil Jokowi -sapaan Joko Widodo-, merespons aspirasi tokoh masyarakat, kiai maupun Ikatan Keluarga Madura (IKAMA).
Kebijakan pemberlakuan tarif di tol tersebut terus berubah mulai 2015. Ketika itu, masyarakat meminta kendaraan roda dua digratiskan. Usulan itu disetujui pemerintah. Kemudian pada 2016, ada lagi permintaan agar biayanya diturunkan. Pemerintah pun setuju dan memangkas tarif sebesar 50 persen.
Saat itu, kendaraan golongan I diturunkan dari Rp 30.000 menjadi Rp 15.000, sementara kendaraan golongan V diturunkan dari Rp 90.000 menjadi Rp 45.000. Namun per tanggal 27 Oktober 2018, semua biaya itu dihapuskan sama sekali.
Bagi Jokowi, kebijakan itu tidak datang tiba-tiba dan telah mempertimbangkan dampak dari pemberlakuan tarif terhadap perekonomian di Madura secara keseluruhan. Data membuktikan tingkat kemiskinan di sejumlah kabupaten di pulau Madura tertinggi di Jawa Timur.
Misalnya di Surabaya, Gresik dan Sidoardjo itu berkisar 4 sampai 6,7 persen, tapi di Madura angka kemiskinan masih berada pada angka 16-23 persen. Jokowi berharap dengan menggratiskan tarif tol Suramadu, dapat memicu pertumbuhan ekonomi di sana.
"Kita harapkan dengan menjadi jembatan non tol, pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan semakin banyak," kata Presiden. (fat/jpnn)