Berita Terkini
Buton

Kemenag Buton Tingkatkan Kualitas Guru Bikin Naskah Ujian

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 30 Oktober 2018 13:34 WIB · 2 menit baca
Kemenag Buton Tingkatkan Kualitas Guru Bikin Naskah Ujian
Para guru Madrasah di Kabupaten Buton saat mengikuti diklat di aula Kantor Kemenag Buton di Kota Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kepada para guru madrasah dalam menyusun naskah ujian lebih berkualitas. Kegiatan ini menggandeng Balai Diklat Keagamaan Makassar.

Diklat ini dipusatkan di aula kantor Kemenag Buton di Kota Baubau. Rencananya berlangsung selama enam hari sejak 26 Oktober 2018.

"Diklat teknis subtantif penilaian pembelajaran di wilayah kerja Kemenag Buton ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya tenaga guru dalam pendekatan tehnik-tehnik penilaian di tingkat madrasah," kata Kepala Kantor Kemenag Buton, Muhtar di Baubau.

Dalam Diklat ini, kata dia, penekanannya paling tidak dapat membuat guru-guru mampu membuat naskah soal ujian semester dan ujian nasional. Sebab, pengamatan dan evaluasi pihaknya selama ini, siswa tampak kesulitan menjawab soal-soal ujian nasional

"Kemungkinan tingkat validitas dan kualitas pembuat soal itu kurang dibandingkan dengan standar-standar nasional. Jadi kita berupaya agar seluruh guru madrasah perlu ditingkatkan sumber dayanya terhadap proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi secara keseluruhan," ulasnya.

Memang, tutur dia, dari sisi kualitas kelulusan sudah nyaris mencapai 99 persen. Namun dari segi nilai rata-rata, hampir di bawah 50 persen. "Jadi Diklat ini seluruh tingkatan madrasah ada perwakilannya ditambah empat orang tenaga pengawas untuk memantau proses pelaksanaannya," terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Diklat Tenaga Teknis Balai Diklat Keagamaan Makassar, Andi Isra mengatakan, kegiatan peningkatan kompetensi para guru madrasah ini diikuti 40 orang peserta. Diklat ini merupakan program dari Kemenag melalui Balai Diklat Keagamaan Makassar.

"Jadi kami punya empat wilayah kerja di sulawesi, yakni Sulsel, Sulteng, Sulbar, dan Sultra. Setiap tahun kita menyelengarakan Diklat di wilayah kerja itu dengan fokus yang berbeda," urai Andi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Diklat seperti ini ada dua macam, dilaksanakan di kampus Balai Diklat Makassar dan di daerah dengan tujuan agar diversifikasi Diklat tercapai. Diversifikasi yang dimaksud adalah efisiensi anggaran.

"Tahun sebelumnya kita sempat menyelenggarakan disini untuk sikap revolusi mental bagi guru madrasah. Untuk tahun ini, Buton mendapatkan DDWK ini dengan fokus penilaian pembelajaran," pungkas Andi. (exa)