Berita Terkini
Nasional

Penggratisan Suramadu Perlu Diapresiasi dan Sambut Dengan Positif

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 30 Oktober 2018 16:53 WIB · 2 menit baca
Penggratisan Suramadu Perlu Diapresiasi dan Sambut Dengan Positif

PUBLIKSATU, JAKARTA – Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menilai keputusan Presiden Joko Widodo dalam menggratiskan tarif tol Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) perlu diapresiasi dan harus direspon dengan positif.

Menurutnya, segala sesuatu di tahun politik memang memiliki kerentanan dalam kebijakan yang diambil oleh petahana namun hal tesebut tetap harus mengedepankan praduga positif.

“Segala sesuatu di tahun politik tidak mau saya tarik menjadi isu politik. Kalau urusan tol ini berapa sih nilai keekonomiannya. Yang penting niat baik tersebut tetap kita sambut dengan positif, ” ujar Eddy saat dihubungi, kemarin.

Terkait adanya motivasi politik dari Jokowi, Eddy juga enggan berspekulasi. Dirinya kembali menegaskan bahwa sebagai manusia harus mengedepankan sifat husnudzon. “Saya kira (keputusan) perlu mendapatkan apresiasi, mungkin ada suara sumbang di masyarakat. Ada interpretasi yang berbeda. Tapi saya melihat hal ini dilakukan betul-betul secara tulus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia meminta bahwa Jokowi harus bisa menjelaskan alasan ketika membebas biayakan tarif tol Suramadu menjadi gratis. SBY mengatakan bahwa Jokowi harus bisa menjelaskan apa latar belakang menggratiskan biaya tol jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura tersebut. Menurutnya apakah berdasarkan pertimbangan ekonomi, pertimbangan sosial, atau pertimbangan yang lainnya.

“Karena saya tahu sekarang timbul polemik pro dan kontra dari kalangan masyarakat, Pak Jokowi bisa menjelaskan alasan beliau. Mengapa khusus biaya tol Jembatan Suramadu itu digratiskan,” kata SBY seusai acara temu kader Partai Demokrat se-Daerah Istimewa Yogyakarta di Kulon Progo, kemarin.

“Rakyat hanya ingin mendengarkan mengapa hanya Suramadu yang digratiskan. Belakangan saya juga mendengar ada yang meminta (Tol) Jagorawi juga digratiskan. Karena sudah lama dan dianggap sudah untunglah pengembangnya sehingga bisa membantu rakyat,” lanjutnya. Setelah penjelasannya tersebut SBY hanya berharap bahwa apa yang diputuskan oleh seorang Presiden Jokowi tidak menimbulkan persepsi liar yang menimbulkan polemik di masyarakat.

(ZEN/FIN)