Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Busel Libatkan Pemuda
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Untuk berjalannya proses Pemilu 2019 yang berintegritas, Bawaslu Busel melibatkan kaum muda untuk ikut mengawasi penyelenggaran pesta demokrasi itu.
Ini merupakan kali pertama bagi Bawaslu Busel sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) dalam penyelenggaran Pemilu secara serentak mulai pemilihan anggota DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden.
Ketua Bawaslu Busel, Mahyudin mengatakan, untuk memaksimalkan proses pengawasan Pemilu, pihaknya mengajak keterlibatan peran aktif para pemuda di seluruh desa/keluarahan di Busel untuk bersama-sama mengawasi Pemilu.
Makanya Bawaslu Busel mengadakan rapat koordinasi pengawasan kampanye menghadirkan Panwascam, kepala sekretariat Panwascam se Busel dan unsur pemuda. Tujuannya untuk internal Bawaslu adalah penguatan kelembagaan, kapabilitas, kemampuan dalam hal pengawasan. Terutama saat ini menghadapi tahapan kampanye.
"Kita melibatkan dari unsur pemuda agar bagaimana pemuda itu bisa berperan dalam proses Pemilu kedepannya. Kami inginkan pemuda itu terlibat aktif dalam proses pengawasan Pemilu akan dilaksanakan secara serentak," katanya kepada media, Rabu (31/10).
Kata Mahyudin, pengawasan partisipatif melibatkan peran aktif pemuda ini tujuannya bagaimana agar Pemilu 2019 berintegritas, mencegah terjadinya konflik dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
"Karena itu bagi kami, pemuda itu diingikan bukan hanya sebagai objek yang pasif dalam penyelenggaraan Pemilu ini, tapi kita inginkan pemuda menjadi aktif dalam proses pengawasan Pemilu. Kita tidak inginkan pemuda, masayrakat itu didatangi dikasi uang, kemudian diarahkan dan dipengaruhi, tapi justru pemuda yang terlibat aktif dalam pengawasan," katanya.
Tapi ia menambahkan, minimal tidak, pemuda berpartisipasi aktif dalam pengawasan. Bagaimana partisipasi aktif yang dimaksud, jika ada pelanggaran Pemilu bisa dicegah. Pemuda bisa terlibat jika ada terjadi konflik bisa menengahi. Kalau ada laporan masyarkat tekait money politick atau keterlibatan ASN, Kades atau pejabat itu laporkan kepada kami.
"Artinya seperti itu, masyarakat disini bukan lagi menjadi penonton, tapi terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda," ujarnya.
Ia berharap dari peningkatakan kinerja seluruh intenal Bawaslu hingga Pawascam. Panwascam di lapangan akan berhadapan langsung dengan peserta Pemilu, masyarakat ini tantangannya luar biasa. Karena itu perlu peningkatan kapabilitas dan kemampuan yang profesional serta mumpuni. (aga)