Berita Terkini
Busel

DPRD Busel Terus Perjuangkan Listrik Batuatas

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 1 November 2018 14:48 WIB · 2 menit baca
DPRD Busel Terus Perjuangkan Listrik Batuatas
Anggota Komisi III DPRD Busel kembali melakukan konsultasi ke Dirjen Energi Terbarukan Kementerian ESDM terkait krisis listrik di Kecamatan Batuatas

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Komisi III DPRD Busel kembali menggelar konsultasi di Kementerian ESDM Dirjen Energi Terbarukan. Konsultasi ini DPRD juga mengusulkan proposal rencana pembangunan listrik di Batuatas. Pasalnya beberapa desa di wilayah tersebut masih gelap gulita.

Di Kementerian ESDM Dirjen Energi Terbarukan, Komisi III DPRD Busel membawa sejumlah persoalan kelistrikan di Busel yang sebagian wilayah kepulauan belum terang benerang seperti Kecamatan Batuatas. Ada beberapa desa masih gelap gulita. Diantaranya Desa Batuatas Liwu dan Batuatas Timur.

Konsultasi itu digelar Rabu (31/10), dipimpin Wakil Ketua DPRD Busel, Aliadi, didampingi anggota DPRD, La Ode Harfan, La Muhadi, H La Ode Badarudin, La Ode Sahrul, Hasan Alif dan Suhadi.

Menurut Aliadi, komisi III DPRD Busel sudah menyerahkan dokumen proposal soal kelistrikan di Batuatas Timur dan Batuatas Liwu, termaksud di Wacuala. Di wilayah tersebut masih gelap gulita. Krisis listrik di Batuatas belum teratasi. Karena itu pihaknya sebagai putra daerah Batuatas memiliki tanggung jawab untuk mengatasi persoalan itu. Secara bertahap terus diperjuangkannya baik di daerah, provinsi hingga di pemerintah pusat sesuai kewenangan lembaga yang dipimpinnya.

"Mudah-mudahan tahun 2019 mendatang sudah bisa direalisasikan. Ini masih dalam proses perjuangan untuk diwujudkan, kita berdoa dan berharap secepatnya direalisasikan," kata Aliadi melalui telefon selulernya.

DPRD Busel melalui Komisi III juga sudah melakukan beberapa upaya untuk penuntasan persoalan kelistrikan di Batuatas. Sebelumnya juga sudah melakukan koordinasi dengan PLN Sulselbar untuk percepatan pembangunan pemecahan soal listrik di Batuatas.

"Tadi kita minta untuk direalisasikan tahun 2018, tapi itu semua kita serahkan sama mereka (Dirjen Energi Terbarukan) yang menilai kelayakannya. Kerena mereka yang menentukan kebijakan," ujarnya.

Untuk perusahaan listrik masuk desa atau melalui program PLTS atau PLTD. Jadi diprioritaskan Kecamatan Batuatas, karena daerah itu sebagian besar masih gelap.

Kesimpulannya, Dirjen Energi Terbarukan akan mengupayakan secepatnya dilakukan realisasi atas persoalan kelistrikan di Batuatas. Mereka juga akan konsultasi ke PLN Sulselbar dan PLN Sultra untuk percepatan penuntasan listrik di Batuatas. "Kita berharap paling lambat tahun 2019 sudah jalan, ini sementara proses," tutupnya. (aga)