Berita Terkini
Baubau

Inovasi Daerah, Kemendagri Sarankan Baubau Fokus Pada Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 2 November 2018 04:46 WIB · 3 menit baca
Inovasi Daerah, Kemendagri Sarankan Baubau Fokus Pada Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Balitbang Baubau Gelar Workshop

PUBLIKSATU, BAUBAU - Peneliti Madya Bidang Bisnis dan Manajemen Balitbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyarankan Pemerintah Kota Baubau untuk lebih fokus dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan melakukan berbagai inovasi.

"Yang pertama saya sering ingatkan bahwa jangan bicara PAD. Tapi bicara skala yang lebih besar yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sebab PAD itu akan meningkat secara otomatis ketika incume perkapitanya penduduk itu tinggi, jadi tidak usah khawatir itu," kata Peneliti Madya Bidang Bisnis dan Manajemen Balitbang Kemendagri, Herie Saksono usai menjadi pembicara dalam wordshop inovasi daerah 2018 di Baubau, Rabu (1/11/18).

"Kemudian yang kaitannya dengan inovasi ini, saya melihat sesuatu yang penting dan saya berterima kasih kepada Balitbang Baubau yang selalu mendorong terus menerus. Sehingga secara tidak sengaja generasi muda di daerah ini melihat lebih melek," sambungnya.

Menurutnya, kualitas Baubau dapat dikembangkan karena memiliki keindahan alam, budaya dan ekonomi kreatif. Namun belum ada inovasi dalam mengeksplorasi untuk dapat dijual kapada wisatawan mancanegara.

Untuk langkah strategis yang perlu dilakukan, kata dia, Baubau perlu membuat inovasi yang tentang tourism dan khusus services terutama dibidang kepariwisataan, sehingga itu akan cepat membantu.

"Kualitasnya ini terlalu bagus untuk didiamkan. Sektor mana yang paling goyang dan lainnya bisa tergoyang semua yakni, pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab kota ini bukan kota industri, hanya sebagai kota jasa. Kalau jasa yang mau bergerak paling banyak, itu disektor pariwisata," jelas Herie.

"Makanya hal-hal yang perlu diperbaiki terlebih dahulu secara strategis tapi fokus disatu sektor terlebiu dahulu yakni pariwisata dan ekonomi kreatif serta inovasinya harus saling menunjang," jelasnya.

Ke depan pemerintahan akan bermodel digital yang bemain pada ranah inovasi kreatif. Ia menyebutkan, saat ini di Indonesia ada dua kota yang telah mengembangkan creative hub yakni Jakarta dan Bandung. Sementara Jogja, kata dia, dengan Wali Kota barunya saat ini sedang mencoba untuk mengikuti dua kota tersebut.

"Jadi literasi terhadap era digitalnya jalan dan literasi terhadap inovasinya juga jalan, itu luar biasa. Tidak semua tempat atau daerah bisa begitu," tukasnya.

Kepala Balitbang Baubau, Mustafa Zain mengatakan, dalam upaya mengembangkan daerah dengan potensi-potensi yang ada harus menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi.

"Tidak bisa tidak, sumber daya yang kita miliki harus dieksplor dengan pendekatan inovasi. Tidak hanya masyarakat tetap juga unsur pemerintahan," ujar Mustafa.

Ia berharap, semua pihak sadar untuk selalu berinovasi. Sehingga bisa secara bersama-sama memberikan daya dorong untuk kemajuan daerah.

"Daerah akan mempunyai daya saing, daerah akan mempunyai kekuatan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mendorong PDRB," tutupnya. (Cro1)