BPS Baubau : Indeks Harga Konsumen Alami Inflasi 0,31 Persen

PUBLIKSATU, BAUBAU - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi Kota Baubau pada Oktober 2018 sebesar 0,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,88.
Kepala BPS Baubau, Sudirman mengatakan, Inflasi yang terjadi di Baubau disebabkan karena adanya peningkatan nilai IHK yang signifikan pada enam kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami inflasi 0.60 persen, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman,rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.
Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Kemudian kelompok pengeluaran kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,91 persen.
Kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Serta kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,69 persen.
Sedangkan kelompok satu-satunya yang mengalami deflasi adalah kelompok pengeluaran sedang yakni sebesar 1,11 persen.
"Tingkat inflasi Kota Baubau tahun kalender 2018 sebesar 0,86 persen dan tingkat tahun ke tahun (Oktober 2017 - Oktiber 2018) sebesar 2,03 persen," kata Sudirman di ruang kerjanya, Jumat (2/11/18).
Lanjut ia mengatakan, 10 komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi di Kota Baubau yakni angkutan udara, cakalang, kembung, katamba, kacang panjang, semen, air kemasan, bandeng dan bayam.
Sementara 10 sumbangsih terbesar deflasi di Kota Baubau yakni, tomat, sayur, bobara, layang, baju anak setelan, baju kaos berkerah, celana panjang, bawan merah, celana jeans laki-laki, cabai merah, pisang dan terong panjang.
Sudirman menambahkan dari 82 kota IHK, terdapat 66 kota yang mengalami inflasi, dengan tingkat inflasi terbesar terjadi pada Kota Palu dengan nilai 2,27 persen serta inflasi terkecil terjadi pada Kota Cirebon yakni sebesar 0,01 persen.
Sedangkan 16 kota lainnya mengalami deflasi, dengan tingkat deflasi tertinggi terjadi pada Kota Bengkulu dengan nilai 0,74 persen. Serta deflasi terendah pada Kota Tangerang yakni sebesar 0,01 persen.
Sementara itu dari 11 kota IHK di Sulawesi, terdapat dua kota yang mengalami deflasi yakni Kota Palopo dan Bulukumba. Sedangkan 9 kota IHK yang lain mengalami inflasi tertinggi yang terjadi pada Kota Palu dan dan inflasi terendah terjadi pada Kota Mamuju dan Kota Watampone.
"Jadi ketika terjadi gempa kemarin di Palu, itu semua barang konsumsi hampir semua harganya naik, makanya di sana terjadi inflasi yang tinggi," jelasnya. (Cro1)