CPNS Busel Terancam tak Terpenuhi Kuota, Baru 21 Lulus Passing Grade

PUBLIKSATU, BATAUGA - Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buton Selatan (Busel) terancam tidak capai kuota. Pasalnya, dari 2.400 yang ikut tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) selama tiga hari, Jumat, Sabtu, Minggu (2-4/11) baru 21 yang lulus passing grade.
Sementara kuota yang diperebutkan sebanyak 428 kursi. Sedangka yang baru mau ikut tes, Senin-Rabu (5-7/11) tinggal 2.016. Kerena yang mendaftar CPNS di Busel 4.416 pelamar.
Belum lagi dari jumlah itu juga menurut data di Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Busel sebanyak 50 orang yang tidak hadir selama tes SKD.
Kadis BKPSDM Busel, La Ode Firman Hamza menjelaskan, yang ikut tes di Gedung Maedani Kota Baubau ada empat daerah, yakni Buton, Busel, Kota Baubau, dan Buton Tengah (Beteng). Busel mendapat nomor urut pertama yang mengikuti tes. Menyusul Buton, Baubau, dan Buteng.
Kata dia, setiap sesi menggunakan 150 PC komputer. Sehingga kumulatifnya pada hari pertama yang mengikuti Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Maedani sebanyak 600 peserta. Jumlah tersebut dibagi dalam empat sesi.
Selanjutnya, lanjutnya, hari kedua hingga kelima dibagi dalam enam sesi. Masing-masing sesi 150 orang. Sehingga seetiap hari diikuti sebanyak 900 perserta. Sisanya hari keenam itu hanya 216 terdiri dua sesi. Sesi pertama 150 orang, dan sesi kedua 66 orang.
Pada sesi terakhir ini sebanyak 66 orang itu akan bergabung dengan peserta ujian CPNS dari Kabupaten Buton sebanyak 84 orang.
Menurutnya, ada beberapa tahap yang dilewati calon peserta, karena itu harus datang 90 menit sebelum pelaksanaan ujian. Lalu berada satu tempat tertentu di tenda persiapan. Dari tenda persiapan peserta akan menuju tempat penitipan barang.
Kemudian peserta yang mengikuti ujian itu hanya membawa KTP dan kartu peserta ujian. Lain dari itu tidak bisa. Mengenai pensil dan kertas untuk kebutuhan mencakar itu disiapkan panitia.
Alurnya, dari tempat tunggu sementara di tenda kapasitas 150 kemudian masuk dalam ruangan pemeriksaan awal. Disitu ada pihak kepolisian kemudian menuju tempat peserta.
Kemudian masuk ke ruang registrasi. Cukup membawa nomor peserta akan diregistrasi secara online. Kemudian masuk dalam ruangan isolasi. Ada tutorial dalam bentuk infokus.
Sebelum masuk ada pemeriksaan metal detektor. Peserta yang tidak mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan dinyatakan gugur. Jika tanpa keterangan akan dinyatakan gugur. Terkecuali tukaran dengan peserta lain dengan alasan tertentu. (aga)