Polemik Pertambangan di Konkep Belum Berakhir

PUBLIKSATU, KONAWE KEPULAUAN - Kontroversi soal pertambangan di Konkep belum berakhir. Sebelumnya, Bupati Konkep, H Amrullah dan Wakil Bupati, Andi Muhamad Lutfi sudah meyakinkan kepada masyarakat Wawonii bahwa terkait pertambangan di Konkep pemerintah setuju untuk tidak dilakukan pertambangan.
Alasannya, akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan termasuk rawan terjadi tanah longsor. Bahkan belum lama ini telah digelar pertemuan bersama anggota DPRD Provinsi Sultra dengan pemda setempat terkait tuntutan penolakan pertambangan di Konkep yang disaksikan ratusan masyarakat Wawonii.
Persoalan ini kembali menarik perhatian publik karena berapa hari lalu anggota DPRD menggelar pertemuan (RDP) dengan PT. Gema Kreasi Perdana untuk didengarkan keterangannya soal rencana misi pertambangan di Konkep yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Roko-Roko termasuk mahasiswa. Efek pertemuan tersebut menimbulkan prokontra di tengah masyarakat, bahkan biasnya memancing sejumlah kalangan angkat bicara.
Salah satu anggota Bawaslu Kabupaten Konkep, Akbar Awani mengatakan penolakan tambang di Konkep merupakan harga mati. Pasalnya, berpotensi merusak ekositem lingkungan pulau Wawonii. Pihaknya tidak akan pernah mengagumi siapapun yang berencana menyetujui kegiatan pertambangan di Konkep terutama figur calon anggota DPRD Konkep ke depan.
Dikatakan urusan pertambangan tersebut sangat sakral di mata masyarakat Wawonii. Ia berharap ke depan tidak terjadi pembodohan publik terkait masalah pertambangan tersebut. Menjelang pemilu legislatif, kata Akbar Awani, masyarakat membutuhkan figur yang konsisten memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat bukan sebaliknya berkeinginan untuk mendorong pertambangan dilakukan di Konkep.
"Saya berharap calon anggota DPRD kalau mau berkampanye harus taat aturan, bila perlu konsisten dengan janji politiknya. Jangan lagi masyarakat dihianati untuk menerima pertambangan di Konkep," ujar Akbar Awani mengingatkan kalangan politisi agar tak mendustai nurani publik tentang potensi pertambangan di Konkep. (P4)