Rusman Emba: Kelulusan CPNS Tergantung SDM, Bukan Lobi

PUBLIKSATU, MUNA - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dengan sistim Computer Assisted Tes (CAT) terbilang sangat sulit. Tak pelak, banyak peserta yang harus menelan pil pahit akibat tidak memenuhi passing grade. Daerah-daerah di Sultra yang sudah melakanakan seleksi misalnya, peserta yang memenuhi passing grade bisa dihitung dengan jari.
Kini, tinggal beberapa daerah di Sultra yang sementara menyelenggarakan seleksi. Kabupaten Muna salah satunya. Seleksi baru dimulai Senin (5/11) hingga Sabtu (10/11) yang bagi beberapa sesi. Ada tiga lokasi yang disiapkan panitia yakni, SMA 1, SMA 4 dan SMP 2. Dihari pertama ada tiga sesi. Dari tiga sesi itu, peserta yang memenuhi passing grade hanya dua orang. Rata-rata peserta yang tidak lolos terangganjal pada TKP. Nilanya, tidak mencukupi standar 143.
Bupati Muna, LM Rusman Emba yang datang memantau jalannya seleksi memberi suport pada para peserta. Dari 2407 peserta, Rusman optimis dapat mengisi hampir seluruh formasi. "Kelulusan itu tergantung SDM peserta, bukan lobi-lobi, makanya harus optimis, " katanya.
Mantan senator DPD-RI itu tidak meragukan kemampuan para peserta yang sudah jauh-jauh hari belajar. Karena, itu sangat disayangkan bila formasi yang ada banyak tidak terisi. "Kalau tidak terisi, daerah kita yang rugi. Makanya, jangan ada keraguan dalam menjawab soal-soal, " pesannya.
Toh, nantinya hasil SKD banyak yang tidak memenuhi passing grade, Rusman berharap ada kebijakan dari Pemerintah Pusat. Karena, saat ini Muna masih kekurangan guru dan perawat PNS. "Kita menunggu saja regulasi dari pusat. Semoga saja ada kebijakan, " tandasnya.
Untuk bisa lolos, peserta seleksi harus memenuhi nilai tes TKP 143, tes TIU 80 dan tes TWK 75. Jika salah satu tidak memenuhi, maka peserta dinyatakan gagal. (cr1)