Berita Terkini
Butur

Tol Laut Sandar Perdana di Pelabuhan Lasora

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 5 November 2018 12:57 WIB · 3 menit baca
Tol Laut Sandar Perdana di Pelabuhan Lasora
Abu Hasan berbincang dengan nahkoda kapal

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Kedatangan kapal Kandhaga Nusantara 4 jenis kargo yang melakukan pelayaran perdana ke Buton Utara (Butur), Minggu (4/11) disambut oleh Pemda Butur di Pelabuhan Lasora, Kecamatan Kulisusu.

Diketahui kapal tersebut sementara melakukan pengenalan medan, karena rute yang dilintasinya merupakan tol laut yang merupakan program pemerintah pusat untuk mendisitribusikan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang tinggal di pulau- pulau, serta mengakut hasil-hasil pertanian dan laut masyarakat untuk di pasarkan ke luar Sultra.

Tampak menyambut kedatangan kapal, Bupati Butur Abu Hasan di dampingi Ketua TP-PKK Butur Dra Sitti Rabia Abu Hasan, Kasubag Protokol Hamsil dan beberapa rombongan, kemudian menjumpai pihak sabandar dan nahkoda kapal.

Saat berbincang-bincang bersama nahkoda kapal, Bupati Abu Hasan mendengarkan beberapa kendala yang dialami saat mengarungi laut di Butur. Kata mereka (nahkoda) mesikpun laut diselat butur ini cukup dalam akan tetapi belum adanya rambu-rambu sebagai petunjuk dan penuntun jalur lalulintas laut.

Selain itu, ada beberapa karang yang mempersempit ruang gerak kapal yang berkapasitas besar dan mahal tersebut, dan sangat disayangkan kalau kapal ini karam atau kandas saat masuk didermaga lasora.

Bupati pun langsung merespon cepat apa yang menjadi keluhan dari pihak kapal. Dalam waku dekat mantan Kabiro Humas Pemprof Sultra itu akan membahas hal tersebut bersama instansi teknis dalam hal ini Dinas Perhubungan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Butur untuk segerah merespon dan menata kembali lintasan yang akan dilalui oleh jalur Tol Laut tersebut.

Selain itu, pihak kapal juga menjelaskan keberadaanya di butur saat ini sebagai bentuk promosi awal, bahwa kehadiran kapal tersebut sebagai bentuk program pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan aktifitas pendistribusian hasil produksinya baik hasil bumi maupun hasil laut, dan Kalau Pemda juga butuh barang dari Makasar di bawa ke Butur, bisa menggunakan jasa kapal ini.

Untuk setiap satu peti kontener dapat memuat 12 ton sampai dengan 20 Ton barang dan rencananya disetiap titik dermaga yang disinggahinya akan menurunkan peti kontenernya untuk memuat barang yang hendak di antar pulaukan, dan selanjutnya dilakukan pemuatan menuju rute yang suda ditetapkan.

Adapun rute yang dilewati dimulai dari Makasar, menuju Selayar, Jampea, Soteli, Raha (Muna), Buton Utara, Banabungi (Buton), kemudian kembali lagi di Makasar, dengan lama tempuh 11 hari tiba kembali di masing-masing dermaga.

Abu Hasan pun mengingatkan kalau jadwal kapal suda ada kepastian tetap, tidak hanya jalur laut yang akan dibenahinya akan tetapi infrastruktur pelabuhan juga menjadi vokus perhatianya, sebab tempat bongkar muat barang diperlukan penataan ruang yang cukup repsesntatif hingga memudahkan alat transportasi darat dan laut saat melakukan proses bongkar muat.

"Buton Utara tidak hanya memiliki kekayaan hasil Bumi (pertanian dan perkebunan), namun hasil lautnya juga melimpah. Maka, saya berharap agar Kapal angkut ini selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam berlayar serta wilayah Buton Utara menjadi jalur tetap," tandas Bupati. (m7)