BPMD Busel Tingkatkan Kemandirian Desa
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Untuk mewujudkan semangat kemandirian dibidang keuangan desa dan meningkatkan pendapatan asli desa. BPMD Busel mendorong seluruh desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurut Kepala BPMD Busel, Amril Abdulah, sekitar sepuluh koperasi yang berkonsentrasi di sentra kelautan dan perikanan bermitra dengan BUMDes yang bergerak disektor kewirausahaan.
BUMDes didorong untuk bergerak di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu penggerak industri kecil. BUMDes ini bertujuan untuk mendongrak ekonomi masyarakat kecil.
"BUMDes merupakan lembaga yang baru hadir dari adanya semangat kemandirian desa. Makna kemandirian itu sendiri menyasar dua bidang, yaitu mandiri dalam keuangan serta mandiri dalam mengelola pemerintahan. Seiring dengan diberikannya kebebasan kepada pemerintah desa untuk mengelola sendiri urusan internalnya, berdampak pada beban keuangan yang juga harus dipikul oleh pemerintah desa," ujarnya beberapa waktu lalu.
Dikatakan, BUMDes hadir dalam rangka menyasar kemandirian di bidang keuangan desa. Lembaga ini diproyeksikan untuk turut membantu pemerintah desa dalam meningkatkan pendapatan asli desa.
Disisi lain, BUMDes juga mendapat tanggung jawab untuk melaksanakan tujuan sosialnya, yaitu melaksanakan aspek pemberdayaan kepada masyarakat desa. Tujuan sosial ini lebih cenderung untuk menjaga agar BUMDes tidak semata-mata hanya mengejar profit semata. Tapi juga harus mampu memberikan dampak secara nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Amril berharap, BUMDes ini melibatkan langsung atau merekrut warga desa sebagai karyawan dalam anak usaha BUMDes. Nantinya ketika mereka sudah direkrut kemudian dilakukan peningkatan kemampuan khususnya dalam dunia kerja.
Ia menyatakan, diperlukan kreatifitas dan keberanian dalam mengelola BUMDes, sehingga nantinya dapat menjadi lembaga yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat di desa. Setidaknya, Rp 500 miliar sudah tersalur di BUMDes sejak 2016 lalu. Ini diharapkan lebih maksimal lagi.
"Contoh, jenis koperasi yang bermitra dengan BUMDes yang sudah berjalan di tengah-tengah masyarakat Buton Selatan yakni di Desa Hendea yang telah memproduksi olahan jahe dan kopi. Di Lapandewa koperasi yang didanai BUMDes telah memproduksi olahan bawang dan di Siompu telah memproduksi garam dalam skala kecil,” katanya.
Menurutnya, beberapa produk hasil kreatifitas dan inovasi BUMDes dan koperasi itu sudah terjual di Kota Baubau bahkan sudah dipromosikan di beberapa kegiatan nasional.
Oleh karena itu, peran BUMDes ini sangat penting dalam menggerakan ekonomi masyarakat usaha kecil dalam mengolah hasil produk daerah. BUMDes juga diperlukan kreatifitas dan inovasi dalam kemasan tiap produknya. (aga)