Busel

Potensi Wisata Busel Terus Digenjot

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 7 November 2018 15:49 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Potensi Wisata Busel Terus Digenjot
Salah satu destinasi pariwisata yang bakal digenjot Dinas Pariwisata Busel adalah liwutongkidi atau yang dikenal dengan nama pulau ular

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Upaya menggenjot pengembangan potensi pariwisata dan menyedot kunjungan wisatawan di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Dinas Pariwisata terus berbenah.

Plt Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Drs Zamaluddin, melalui Kabid Pengendalian Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yulkhaidir Mili SPd MPd mengatakan, program utama segera terbentuk, yakni Rencana Induk Pengawasan Pariwisata Daerah (Rippda). Pasalnya, tanpa Rippda, tidak bisa melakukan kegiatan.

Sebagai tugas awalnya sejak menjabat beberapa bulan di Dinas Pariwisata Busel, Yulkhaidir segera membentuk Rippda untuk menggenjot pengembangan potensi pariwisata Busel.

"Karena masterplannya berdasarkan Rippda. Tanpa itu kita tidak bisa berbuat banyak. Ini yang menjadi fokus perhatian kami untuk mendesak terbentuknya Rippda," kata Yul (sapaan akrab Yulkhaidir), ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/11).

Mantan instruktur taman Wakatobi ini mulai memetakan pengembangan pariwisata mulai bawah laut, maritim, kemudian budaya, seni, kuliner, suaka marga satwa, situs sejarah, goa, ekosistem, hingga masyarakat yang berada di wilayah kecamatan yang masih memegang adat lama.

"Seperti di Siompu, Desa Kaimbulawa, Sampolawa, Desa Rongi masih memegang teguh adat lama. Desa ini nantinya ditargetnya menjadi desa wisata pemetaan secara menyeluruh. Ini menjadi by desaind kita," katanya lagi.

Seluruh dokumen itu akan dibuat berserta tim NGO. Karena salah satu fokus utama program bupati adalah tentang festival yang digelar selama tujuh bulan.

"Kita akan rencanakan selenggarakan vestifal pariwisata selama tujuh bulan mulai Januari sampai bulan Juli. Festival itu puncaknya nanti diadakan di pulau ular itu, untuk mendapatkan rekor muri. Karena untuk di sejarah Indonesi,a belum ada DOB yang menyelenggarkan kegiatan setiap bulan berturut-turut," tuturnya.

Output dari itu lanjut dia, adalah untuk menarik para investor maupun pemerintah pusat agar Busel dikenal di mancanegara.

"Tanpa kegiatan promosi seperti itu Busel tidak akan dikenal. Tugas kami merealisasikan program tersebut sebagai tolak ukur. Ini juga akan menjadi kalender pariwisata, iven itu. Makanya seluruh sistem OPD akan dilibatkan, leading sektornya adalah Dinas Pariwisata," ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya ada 12 OPD yang akan dilibatkan, yakni kebudayaan, perikanan dan kelautan, BPMD, pertanian dan perkebunan, ketahanan pangan. Seluruhnya OPD ini akan terlibat dalam pengembangan pariwisata daerah.

Yul juga menjelaskan, setiap daerah akan dibentuk Pokdawis. Ini akan dibangun berdasarkan kultur masyarakat dengan memanfaatkan potensi di desa untuk diangkat menjadi potensi wisata. Nantinya masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk bisa mendapat nilai ekonomi dengan menjual potensi yang ada di desa masing-masing.

Kemudia,n untuk bawah laut, karena wilayah Busel 75 persen berada di kepulauan dan merupakan daerah laut. Diempat kecamatan ini punya keunikan tersendiri. Seperti di Batuatas, terumbu karangnya masih bagus. Kemudian di Siompu dan Kadatua, pemandangan pasir putih dan terumbu karangnya juga msih bisa diperbaiki. Masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya bawah laut. (aga)

Bagikan