2019, Dinkes Busel Programkan Puskesmas Laut

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Buton Selatan (Busel) akan berupaya memaksimalkan pelayanan sektor kesehatan. Upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat kepulauan yang emergency. Dinkes Busel bakal memodivikasi KMP Kepton untuk dijadikan operasional puskesmas laut.
Menurut Plt Kadis Kesehatan Busel, La Ode Budiman, pelayanan di sektor kesehatan terus dioptimalkan. Ini menjadi fokus perhatian Dinkes untuk mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang prima.
Wilayah Busel mencakup tujuh kecamatan. Busel lebih besar persentasenya sekitar 60 persen berada wilayah kepulauan. Karena ada empat kecamatan harus menyebrangi lautan.
Mengingat hal itu, kedepan rencananya akan membangun gedung rumah sakit untuk di wilayah kepulauan yang modern.
Sementara di Batauga sebagai ibu kota kabupaten, rencananya gedung rumah sakit akan dibangun di pesisir pantai. Agar rumah sakit itu nanti bisa menjadi pusat rujukan untuk wilayah kepulauan, maka akan dibangun rumah sakit yang aksesnya dekat dengan empat wilayah kepulauan itu.
"Jadi masyarakat kepulauan tidak kesulitan untuk mengakses rumah sakit. Ini masih tahapan perencanaan," ujar Budiman kepada media ini.
Hanya saja kata dia, dari sisi daratan juga akan dibangun, bukan hanya untuk masyarakat dari wilayah Busel, tapi juga dari masyarakat luar wilayah Busel. Lebih jauh ia menjelaskan, terkait puskemas laut memang ada agenda yang menjadi fokus perhatian dan mesti direalisasikan. Karena ini sangat mendesak sifatnya.
Budiman berkomitmen, tahun 2019 mendatang, Dinkes Busel sudah bisa menyiapkan satu puskesmas laut. Ini sudah masuk rencana program kegiatan pada APBD tahun 2019.
Rencananya Dinkes akan memodivikasi dan memperbaiki kapal KMP Kepton. Kapal milik Pemkab itu akan dimodivikasi menjadi operasional puskesmas laut untuk melayani masyarakat wilayah kepulauan yang memerlukan rujukan emergency.
"Karena ada satu kapal KMP Kepton itu belum dimaksimalkan penggunanaannya. Rencananya kita akan manfaatkan itu, rubah desainnya, dijadikan Puskesmas laut. Mesinnya kita akan tambah sehingga kecepatannya juga dari Batuatas bisa diupayakan ditempuh sekitar maksimal 2 jam saja. Sehingga misalnya pendarahan dengan waktu dua jam itu sudah bisa tertolong mendapat rujukan di Batauga," pungkasnya. (aga)