Bupati Konkep Tanggapi Penolakan Pinjaman Dana PT SMI
Bagikan

PUBLIKSATU, KONAWE KEPULAUAN - Setelah ramai diperbincangkan publik soal keputusan anggota DPRD Kabupaten Konkep yang menolak usulan pinjaman dana kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Kini giliran Bupati Konkep H Amrullah angkat bicara.
H Amrullah mengaku pihaknya sangat menyayangkan sikap Anggota DPRD yang menolak usulan pinjaman anggaran kepada PT SIM untuk kepentingan pembangunan dan peningkaan jalan lingkar Wawonii.
Ia mengatakan penolakan anggota DPRD terkait rencana pinjaman dana PT SMI tersebut tidak didasari logika yang rasional. Sebab, pemerintah setempat sudah mengajukan rincian kebutuhan peruntukan dana tersebut meliputi jalan sebanyak Rp 160 Miliar dan Rp 40 Miliar untuk jembatan.
Bupati H Amrullah menilai keputusan anggota dewan menolak pinjaman dana tersebut menunjukan ketidakberpihakan mereka terhadap upaya mewujudkan pembangunan daerah yang optimal. Termasuk tidak memberikan rasa keadilan dan keperdulian yang tinggi terhadap kebutuhan pembangunan masyarakat pedesaan yang membutuhkan perbaikan jalan. Dalam arti bahwa apa yang diputuskan tersebut mencederai kualitas anggota dewan sebagai ujung tombak perwakilan masyarakat.
Bupati mengungkapkan pihaknya tidak ingin mencari popularitas dan keuntungan pribadi terkait rencana pinjaman dana tersebut kepoada PT SMI. Namun semata-mata ingin mempercepat kemajuan pembangunan di pedesaan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.
"Secara pribadi saya tak punya niat mencari keuntungan pribadi dari pinjamana dana tersebut apalagi untuk mengejar popularitas tapi ini adalah tekad pemerintah untuk melakukan perubahan pembangunan di pedesan agar bermanfaat bagi masyarakat," tandas Bupati H Amrullah yang ditemui usai membuka kegiatan Launcing bersama inovasi proyek perubahan yang diikuti pejabat struktural pemda Konkep di Patai Kampa, kemarin.
Ditegaskan, secara moral eksekuitif dan legislatif memiliki tanggungjawab yang sama dalam mendorong pembangunan pedesaan terutama sektor transportasi. "Bukan hanya eksekutif yang punya tanggungjawab moral terhadap pembangunan jalan lingkar Wawonii, tapi termasuk legislatif sebagai penyambung aspirasi masyarakat bertanggujawab atas kondisi keterbelakangan pembangunan di pedesaan," ujar H Amrullah.
Bupati H Amrullah menambahkan keputusan politik anggota dewan yang menolak pinjaman anggaran tersebut memancing kecurigaan publik ada apa dibalik itu. Sebab hampir semua kabupaten dan provinsi di Indonesia melakukan pinjaman dana untuk mempercepat pembangunan. Bahkan negara pun demikian. Imbas keputusan anggota dewan tersebut, kata H Amrullah masyarakat dirugikan.
"Saya tidak mengerti ada apa dibalik ini saudara kita anggota dewan menolak pinjaman dana tersebut. Padahal semua kabupaten dan provinsi dibolehkan melakukan pinjaman dana untuk pembangunan,negara pun demikian," katanya.
Kendati keputusan anggota dewan tersebut telah dilakukan, lanjut Bupati H Amrullah pemerintah setempat tidak akan mengakhiri upaya tersebut untuk merencanakan pembangunan jalan lingkar Wawonii dengan menggunakan dana pinjaman dari PT SMI dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan Kabupaten Konkep yang lebih optimal dimasa mendatang. (P4)