Berita Terkini
Sultra

Dinkes Bombana Tak Capai Target Imunisasi Rubella

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 8 November 2018 23:53 WIB · 2 menit baca
Dinkes Bombana Tak Capai Target Imunisasi Rubella
Vaksin Measles Rubella

PUBLIKSATU, BOMBANA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bombana tidak mencapai target Imunisasi vaksin Rubella. Pasalnya, Dinkes hanya mampu memvaksin 35.485 anak atau 82 persen dari target total 55.190. Target sebelumnya hingga masa vaksinasi selesai 31 Oktober lalu dapat mencapai 95 persen. Namun karena masih ada masyarakat yang enggan anaknya divaksin, proyeksi tersebut meleset.

Kondisi itu diakui Kepala Dinas Kesehatan Bombana, dr. Sunandar. “Kami telah berupaya mengejar target imunisasi bagi seluruh anak di daerah. Namun faktanya masih juga meleset dari target awal yang telah diprediksi mencapai 95 persen. Sebelumnya pada batas waktu awal yang ditarget akhir September kami hanya berhasil menyasar 41.285 anak atau sekitar 76 persen. Namun adanya perpanjangan waktu kita kerahkan semua petugas lapangan untuk intens dan persuasif hingga ke rumah-rumah dan masuk menyasar sampai pelosok. Makanya terus meningkat hingga proses imunisasi berakhir,” paparnya.

Sunandar menjabarkan, dari capaian tersebut terdapat beberapa kecamatan yang nyaris sempurna menjalankan misi imunisasi hingga mencapai 90 persen. Pertama di Kecamatan Rumbia dengan capaian 97,55 persen atau sebanyak 3.942 anak dari sasaran 4.041 jiwa. Kemudian Kecamatan Mataosu dengan capaian 596 anak atau 96,24 dari target 619. “Selanjutnya di Pulau Kabaena ada Kecamatan Kabaena Tengah yang berhasil mencapai 95,28 persen atau 1.305 anak. Lalu Kabaena Timur berhasil mencapai poin tertinggi di pulau itu dengan capaian 96,24 persen dengan total 2.442 dari target utama 2.661 anak. Terakhir di Kecamatan Mataoleo, pihak medis setempat berhasil melakukan imunisasi MR pada 2.510 anak dengan capaian 92,43 persen,” rincinya.

Beberapa kecamatan juga dianggap minim capaian dalam program imunisasi MR. Ia menyebut Kecamatan Kabaena yang hanya mencapai 847 anak atau 70,66 persen dari target utama 1.199 jiwa. Menyusul Kecamatan Poleang Tengah yang hanya mencapai 1.000 anak atau 71,39 persen dari target 1.401. Begitupula dengan Poleang Utara yang hanya mencapai 71,80 persen atau 2.984 anak dari total 4.156. “Itu karena masih ada beberapa warga yang menolak untuk dilakukan vaksin MR,” tandas Sunandar. (b/kmr)